Dianggap Bersebrangan Memuja Patung Raksasa, Kelompok Sekte di Jembrana Dibubarkan‎

Sabtu, 23 April 2016 22:48 Peristiwa

Bagikan

Dianggap Bersebrangan Memuja Patung Raksasa, Kelompok Sekte di Jembrana Dibubarkan‎
warga mengamuk diacara pemujaan milik warga di jembrana.Ist/Semetonnews
Jembrana, Semetonnews-Sedikitnya 200 orang warga Dusun Pengeragoan Dauh Tukad, Desa Pengeragoan, Kecamatan Pekutatan, Jembrana, sekitar pukul 19.00 wita tadi tiba-tiba merangsek ke rumah I Wayan Arka yang juga warga setempat.

Kedatangan ratusan warga yang dipimpin oleh Kelian Dusun Pengeragoan Dauh Tukad I Ketut Mustika tersebut guna membubarkan kegiatan persembahyangan dalam rangka piodalan di rumah I Wayan Arka yang diikuti sedikitnya 150 orang dari berbagai daerah di Bali.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, persembahyangan tersebut dibubarkan lantaran dinilai warga bertetanggan dan bersebrangan dari ajaran agama Hindu dan adat Desa Pakraman setempat. Dimana kelompok I Wayan Arka bersembahyang dengan menyembah patung aneh menyerupai raksasa. Dan tempat persembahyangan itu juga dinilai bukan pura oleh warga.

Sempat terjadi terjadi ketegangan antara warga dan kelompok I Wayan Arka  lantaran tidak mau dibubarkan. Beruntung satu pleton Dalmas Polres Jembrana dan dibantu poluhan personil Polsek Pekutatan tiba di lokasi untuk mengamankan situasi, sehingga situasi bisa dikendalikan.

Bahkan Kapolres Jembrana AKBP Djoni Widodo, Wakapolres Jembrana Kompol AA Rai Laba dan petinggi polisi lainnya juga turun ke lokasi.

Untuk mencegah terjadinya kerusuhan susulan, dua warga yang bertikai tersebut kemudian dimediasi oleh unsur Muspika Pekuatatan.

"Kita berhasil mengamankan situasi dan menghimbau warga agar tidak melakukan tindakan anarkis dan membubarkan dua kelompok warga tersebut serta meminta mereka pulang ke rumah masing-masing,” terang Kapolsek Pekutatan Kompol KS Yoga, Sabtu (23/4/2016) malam.

Rencana dua kelompok warga yang bertikai tersebut akan dimediasi besok pagi di Kantor Camat Pekutatan oleh unsur Muspika Kecamatan Pekuatan.‎

Reporter : Dewa Putu Darmada 
Editor : Paksi Jalantaka ‎