Dijerat Dua Pasal, Roby Geisha Terancam 12 Tahun Penjara

Rabu, 27 April 2016 16:20 Hukum & Kriminal

Bagikan

Dijerat Dua Pasal, Roby Geisha Terancam 12 Tahun Penjara
Roby Satria Gitaris Band Geisha saat menjalani persidangan di PN Denpasar Rabu (27/4/2016)

Denpasar, Semetonnews-Gitaris Band Geisha, Roby Satria akhirinya dihadirkan di persidangan, Rabu (27/4/2016). Sidang masih dengan agenda pembacaan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Oka Ariani.Dihadapan majelis hakim pimpinan Hady Marsrury, jaksa menjerat Roby dengan dua pasal, yaitu Pasal 111 ayat (1) dan Pasal 127 ayat (1) huruf a UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Jika melihat ancaman hukuan dalam Pasal 111 maka, Roby terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara.


Tapi bila dalam persidangan nanti yang terbukti adalah Pasal 127, maka Roby bisa saja dihukum ringan atau bahkan bisa melanjutkan masa rehabilitasi yang sebelumnya pernah dijalaninya. Sementara itu, dalam dakwaan jaksa yang dibacakan, menyebut, Roby ditangkap polisi, Kamis (29/11/2015) silam sekitar pukul 01.30 wita, di Loby Hotel Aston, Denpasar. Roby ditangkap setelah menerima kiriman yang dibawa oleh jasa pengiriman onilne berupa ganja seberat 1,5 gram. Penangkapan Roby berawal saat Roby dan teman-temanya, Via Permata Suci A.P.A, Willy Saputra alias Koco, Christian Halim alias Boy, dan Aridya Oktavianus (semua menjadi tersangka dalam berkas terpisa) makan disebuah restoran.


"Saat makan malan itu terdakwa sempat mengatakan, niyemeng enak ya, di Bali nyari dimana ya,"kata jaksa dalam dakwaanya. Si Boy lalu beryanya kepada Roby,"Lu mau cimeng (ganja)" dan dijawab kembali oleh terdakwa "Lu ada" dan dijawab kembali oleh Boy tidak ada, tapi bisa mencarikan ganja. Singkat cerita Boy lalu menghubungi rekanya bernama Habib (terdakwa dalam berkas terpisah) untuk menanyakan."Boy mengatakan, bisa carikan ganja teman saya, berapa satu paktenya,"kata jaksa sebagaimana dalam dakwaan. Setelah mendapatkan ganja dari Habib, Keempat terdakwa dalam berkas terpisa itu lalu membagi ganja yang beli Boy dengan harga satu juta itu menjadi 3 bagian. 

"Satu bagian rencana diberikan kepada terdakwa, 1 untuk Koco dan 1 lagi untuk Boy,"sebut jaksa. Satu bagian untuk terdakwa kemudian diberikan kepada Via Permata Suci untuk dikirim kepada terdakwa. Via Permata Suci lalu menghubungi jasa pengiriman barang online (Gojek)."Setelah petugas Gojek datang, Via Permata Suci meminta kepada Aridya Otavianus menyarkan ganja itu kepad petugas Gojek untuk dikirim kepada terdakwa."Setelah barang ditangan petugas Gojek, Via Permata Suci lalu menghubungi terdakwa bahwa barang sudah dikirim via Gojek,"tegas jaksa yang bertugas di Kejari Denpasar itu. 


Saat petugas Gojek tiba di Loby Hotel Aston dan menyerahkan ganja itu kepada terdakwa, petugas langsung menangkap terdakwa. Kepada petugas terdakwa mengaku mendapat barang itu dari Christian Halim alias Boy yang dibeli dengan harga Rp 250 ribu yang kemudian oleh Via Permata Suci dikirim melalui Gojek. Usai mendengarkan dakwaan, terdakwa yang didampingi pengacara Butjek Bernard mengatakan sudah mengerti dengan isi dakwana itu. Tapi terdakwa melalui Butjek mengatakan tidak akan mengajukan eksepsi atau tanggapan atas dakwaan jaksa. Namun karena jaksa belum bisa menghadirkan saksi, baik saksi polisi maupun empat rekan terdakwa, maka sidang ditunda hingga, Senin (2/5/2016) mendatang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi.

Reporter : Maria Gracia