Benarkah Tim 13 ‎Partai Demokrat Buleleng Tidak Solit Lagi

Kamis, 28 April 2016 00:17 Politik

Bagikan

Benarkah Tim 13 ‎Partai Demokrat Buleleng Tidak Solit Lagi
ilustrasi citizen.Semetonnews
Buleleng semetonnews- Wakil Ketua II DPC Demokrat Buleleng, Wayan Sumadra menyatakan  Tim 13 Partai Demokrat Buleleng tidak solit lagi. 

Ini menyusul dengan sudah ditetapkannya OC dan SC terkait, penetapan panitia persiapan Muscab Buleleng dan Pendaftaran bakal calon bupati dan wakil bupati, yang dinilai tidak melibatkan seluruh Anggota Tim 13.

Rapat Internal Demokrat Buleleng pada Minggu (17/4) lalu, ternyata tidak mengundang anggota Tim 13 lainnya, melainkan yang diundang dan menghadiri rapat itu hanya 5 orang. Sehingga hasil rapat tersebut dinilai forum/tidak sah.

Anggota yang menghadiri dalam rapat dari anggota Tim 13 itu diantaranya, Luh Gede Herryani, Ery Tri Winajaya, Dewa Putu Tjakra, Ketut Pasek, dan Adi Purnawijaya. Lalu kemana anggota yg lainnya knapa tdk di undang papar sumadra.

Anggota Tim 13 terdiri dari Ketua DPC Demokrat Buleleng, Luh Gede Herryani, Wakil I, Eri Tri Winajaya, Wakil II, Wayan Sumadra. Sekretaris, Ketut Suka, Dewa Putu Tjakra, Edy Wibawa, Ketut Pasek, Agus Setyawan Kertya. Bendahara, Adi Purnawijaya, Made Yatna, Wayan Lata, Putu Artawan, Komang Artama.

Sesuai dengan AD/ART yang sudah tertuang, jelas disebutkan dalam rapat disebuah Organisasi, harus melibatkan seluruh anggota Tim 13. Dirinya yang sebagai Wakil Ketua II malah mengaku, tidak menerima konfirmasi undangan terkait rapat tersebut. Pernyataan ini dilontarkan langsung oleh Wakil Ketua II DPC Demokrat Buleleng, Wayan Sumadra

"Saya merasa bingung dan kecewa knapa saya tdk di undang padahal HP saya selalu aktif, tapi saya tidak dihubungi hingga rapat itu menghasilkan keputusan. Saya sempat menerima laporan dari PAC juga tidak diundang. Partai itu organisasi publik bukan perusahaan, jadi harus mengikuti mekanisme yang ada. Bagaimana keputusan itu bisa forum kalau yang hadir 5 orang, minimal yang hadir 75 persen itu baru forum. Bagi saya itu tidak sah," kata Sumadra, Rabu (27/4).

Dengan ini saya telah mengajukan surat pengaduan keberatan ke DPD Demokrat Bali. Dan kini pihak DPD sudah menindaklanjuti dengan melakukan verifikasi. "Lewat pak Ketua Mudarta.

Hal senada juga diungkapkan Kader Demokrat asal Seririt, Subiksa. Ia pun menuding, keputusan itu dibuat secara sepihak tanpa melibatkan Kader Demokrat lainnya. Bahkan Subiksa dengan tegas menyatakan, bahwa keputusan yang dihasilkan dalam rapat itu untuk pembentukan panitia tersebut, tidak sah.

"Itu melanggar AD/ART yang ada, saya secara pribadi belum menerima keputusan itu dan saya anggap tidak sah. DPD Demokrat Bali, harus melakukan verifikasi secara tegas. Masak jumah Tim 13, yang datang 5 orang sisanya tidak diundang, setelah itu keputusan forum, jelas tidak benar ini," pungkasnya.

Sementara Ketua DPC Demokrat Buleleng, Luh Gede Herryani, masih belum bisa dikonfirmasi terkait pernyataan keras dari Kadernya.

Penulis: komang suryadi wijaya‎
Editor : Robinson Gamar‎