Tiga Terdakwa Pembunuh Bos Royal Dituntut Jaksa 10 Tahun Penjara

Kamis, 28 April 2016 19:19 Hukum & Kriminal

Bagikan

Tiga Terdakwa Pembunuh Bos Royal Dituntut Jaksa 10 Tahun Penjara
Ilustrasi

Denpasar, Semetonnews-Tiga terdakwa kasus pembunuhan salah satu bos di Royal Palace, I Nyoman Setia Budiarta dituntut seragam, yaitu 10 tahun penjara olah Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Denpasar, Kadek Wahyudi Ardika, I Made Agus Sastrawan, dan Nyoman Bela Putra Atmaja.


Dalam amar tuntutan yang dibacakan dihadapan Majelis Hakim pimpinan Edward Harris Sinaga menyatakan, ketiga terdakwa, Tri Yulianto, Made Budiarta dan I Wayan Slamet tidak terbukti melakukan tindak pidana pembunuhan berencana, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 340 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 sebagaimana tertuang dalam dakwaan pertama primer.


Tapi Jaksa menyatakan ketiga terdakwa terbukti melakukan tindak pidana pembunuhan yang yang dilakukan secara bersama-sama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP sebagaimana tertuang dalam dakwaan pertama subsidair. Dengan demikian, untuk sementara ketiga terdakwa terhindar dari jeratan pasal pembunuhan berencana. "Memohon kepada majelis hakim untuk menghukum ketiga terdakwa dengan pidana penjara selama 10 tahun,"ujar jaksa dalam tuntutanya. Selain itu, dalam surat tuntutan disebut pula bahwa, berdasarkan fakta persidangan dan keterangan saksi-saksi yang dihadirkan, jaksa menyebut, unsur-unsur yang tertuang dalam Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 sudah terpenuhi.


Selain itu dalam surat tuntut, juga dipaparkan hasil pemeriksaan saksi-saksi dan pemeriksaan terdakwa. Disana, terungkap ketiga terdakwa sekitar pukul 19.34 datang ke Royal Palace dan menemui korban. Kemudian terdakwa Tri Yulianto menanyakan kepada korban soal pemecatanya, kedua terdakwa lainya juga ikut menanyakan tentang pemecatan Tri Yulianto."Saat ditanya, korban mengatakan tidak tahu dan menyarankan untuk menanyakan masalah pemecatan itu kepada HRD,"kata Jaksa sebagaimana tertuang dalam tuntutan.


Terdakwa menjawab sudah menanyakan ke HRD dan disarankan untuk berbicara dengan korban. Kemudian korban menawarkan kepada terdakwa  membicarakan masalah pemecatan ini keesokan harinya.Tepi korban mengajak ketiga terdakwa untuk bicara didalam kafetaria. Sampai di kafetaria Tri Yulianto kembali menanyakan soal pemecatanya. Demikian juga dengan terdakwa I Wayan Slamet juga ikut menanyakan.

Sejurus kemudian ketiga terdakwa dan korban saling bentak sehingga terjadilah pelemparan gelas dan penusukan yang mengakibatkan koban meninggal dunia. Atas tuntutan itu, ketiga terdakwa melalui kuasa hukumnya, Haposan Sihombing dkk menyatakan mengajukan pembelaan pada sidang, Senin (9/5) mendatang.

Reporter : Maria Gracia