Ketahuan Pacaran di Toilet Sekolah, Siswa Berprestasi di Jembrana ini Gantung Diri

Minggu, 01 Mei 2016 20:44 Hukum & Kriminal

Bagikan

Ketahuan Pacaran di Toilet Sekolah, Siswa Berprestasi di Jembrana ini Gantung Diri
ilustrasi google/Semetonnews
Jembrana, Semetonnews – BK siswa kelas X SMAN 2 Negara di Jembrana ini nekad mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Kabarnya itu dilakukan lantaran kecewa dirinya yang sudah membawa nama baik sekolah harus dibuli dan diancam di pecat oleh guru setelah katauan pacaran di toilet sekolah.

Pelajar asal Banjar Brawan Salak, Desa Banyubiru, Negara Kabupaten Jembrana Bali ini, ditemukan sudah terbujur kaku tergantung di sebuah plafon kamar tidurnya di rumah, Minggu (1/5/2016).

Kabarnya, pelajar yang memiliki prestasi bertandinghingga ke Singapura tahun 2011 ini sebelumya pada Sabtu kemarin sempat dipergoki pacaran di WC sekolah saat jam pengembangan diri. Bahkan saat itu ia sempat dimarahi dan  diancam akan dikeluarkan dari sekolahnya.

"Sejak itu pulang sekolah terlihat merenung dan tidak mau bicara. Wajahnya sedih dan kecewa, tapi saya tidak tau apa yang terjadi," ungkap ibunya, Ayu Antari (46) yang mengaku melihat pertama kali anaknya sudah tergantung di kamarnya.

Kematian pemaian besutan Yayasan Damai Olah Raga Bali Sport Fuondation ini diketahui pertamakali oleh ibunya sendiri saat memeriksa ke kamar tidurnya.‎

Sementara itu, pengakuan Ni Putu DR (17) pacar korban, saat dirinya bersama korban pacaran di toilet dibenarkan tertangkap oleh penjaga sekolah dan guru. Tidak hanya dimarahi, namun sempat dibuly di depan para guru dan mendapat perlakuan kasar. Kemungkinan karena bulyan dan ancaman di pecat membuat korban mengambil jalan pintas.

Kepala SMA Negeri 2 Negara, I Wayan Sudiarta enggan berkomentar, dikonfirmasi via telpon mengaku apa yang diduga tidaklah benar. "Saya saat itu ada di Tabanan, terima laporan soal ada siswa yang berpacaran di WC . Tidak ada ancaman apalagi pemukulan, hanya pembinaan dan teguran saja," kelitnya.

Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP I Gusti Made Sudharma Putra, membenarkan adanya peristiwa gantung diri hingga berakibat pada kematian oleh siswa yang juga atlet sepak bola itu. 

Katanya unit Identifikasi Polres Jembrana yang melakukan olah TKP mendapati korban tergantung menggunakan selendang sepanjang 1 meter pada petilasi yang tingginya 210 dm dan jarak pentilasi ke kaki korban 150 cm. "Korban murni gantung diri," singkatnya.

Reporter : Dewa Putu Darmada 
Editor : Maria Gracia ‎