Terbukti Ikut Mengeroyok Manajer Sky Garden, Scott Dobson Divonis 16 Bulan Penjara

Senin, 02 Mei 2016 17:45 Hukum & Kriminal

Bagikan

Terbukti Ikut Mengeroyok Manajer Sky Garden, Scott Dobson Divonis 16 Bulan Penjara
Terdakwa Scott (baju putih) saat menjalani persidangan di PN Denpasar (Maria Gracia/semetonnews)
Denpasar, Semetonnews-Scott Dobson, bule Australia yang menjadi terdakwa dalam kasus penganiayaan terhadap Kenneth James Wickes, selaku manajer Sky Garden, oleh majelis hakim Ni Ketut Sukereni divonis 16 bulan penjara.

Vonis Majelis Hakim itu dibacakan, Senin (2/5/2016) dihadapan Jaksa Penuntut Umum (JPU) IGA Fitria, terdakwa dan kuasaa hukumnya, Hary Purwanto. Majelis hakim dalam amar putusannya menyatakan, terdakwa Scott terbukti melakukan tindak pidana pengeroyokan sebagaimana tertuang dalam Pasal 170 ayat (2) ke 1 KUHP.

"Menjatuhkan hukuman kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 1 tahun dan 4 bulan,"kata hakim dalam putusanya.
Atas putusan itu, terdakwa langsung menyetakan menerima. Apalagi, putusan hakim ini lebih ringan 2 bulan dari tuntutan jaksa yang sebelumnya menuntut 18 bulan penjara.

Sebelum menjatuhkan putusan, majelis hakim terlebih dahulu membacakan hal-hal yang memberatkan dan meringakan. Yang meringankan, hakim menyebut terdakwa sopan dalam persidangan, belum pernah dihukum, dan tulang punggung keluarga.

Sedangkan hal yang memberatkan, terdakwa saat memberikan keterangan selalu berbelit-belit serta tidak mau mengakui perbuatanya. Selain terdakwa, atas putusan ini jaksa juga menyatakan menerima.

Sebegaimana terungkap dalam dakwaan Jaksa, perbuatan terdakwa yang dilakukan pada pukul 03.00 Wita terhadap korban Kenneth James Wickes berawal saat terdakwa tidak terima saat kasir Sky Garden meminta tagihan pembayaran sejumlah makanan yang dipesan tersangka.

Karena terdakwa tidak terima, kasir tersebut melapor kepada korban selaku manajernya. Tapi entah kenapa terdakwa bersama rekanya, yaitu Ben Stevens dan Alex Bajawa (keduanya masih DPO) malah menghajar korban hingga babak belur.

Usai menghajar korban, terdakwa dan rekanya kabur dan terdakwa pun sempat masuk dalam DPO. Apesnya, perlakuan terdakwa dan rekanya itu terekam  CCTV , Pukul 03.00 Wita. Insiden pengeroyokan itu dipicu karena tersangka tak mau membayar tagihan. Dalam rekaman itu juga terungkap kejadian pengeroyokan itu.

Reporter : Maria Gracia