Woalah, KM Rafelia 2 Ternyata Baru Beroperasi

Sabtu, 05 Maret 2016 11:31 Peristiwa

Bagikan

Woalah, KM Rafelia 2 Ternyata Baru Beroperasi
Proses penumpang saat diselamatkan kapal lain yang melintas. (Semetonnews)

Jembrana, Semetonnews – Tenggelamnya Kapal Motor (KM) Rafelia 2 di selat Bali dekat wilayah perairan Banyuwangi, ternyata baru saja kembali dioperasikan. Soal apakah kapal itu layak atau tidak untuk beroperasi kembali, pihak Syahbandar Pelabuhan Gilamanuk justru memilih untuk bungkam.


Dibenarkan Manajer Oprasional ASDP Gilimanuk Sugeng Purnomo, bahwa KMP Rafelia 2 tersebut baru sekitar empat bulan lalu tiba di selat Bali dan baru beroperasi melayani penyebrangan di selat Bali sekitar dua bulan lalu.

“Kapal itu milik PT Dharma Bahari Utama. Beroprasi baru sekitar dua bulan lalu,” bebernya, Sabtu (5/3/2016) dihubungi Via telepon.

Ditanya apakah kapal tersebut sudah layak untuk dioperasikan. Dirinya enggan untuk menjawab. Ia hanya mengaku kalau baru menerima laporan soal keberadaan kapal tersebut yang mulai beroperasi jalur Ketapang Banyuwangi  menuju Gilimanuk Bali dan sebaliknya.

Sementara itu informasinya, tim KNKT dari Jakarta akan tiba pagi tadi di pelabuhan Ketapang untuk melakukan penyelidikan penyebab kapal tersebut tenggelam. Sementara tim SAR dengan dibantu Polilisi perairan dan TNI-AL serta nelayan masih melakukan pencarian terhadap beberapa penumpang dan kru kapal yang belum ditemukan.

Dirilis oleh pihak otoritas pelabuhan Gilimanuk sesuai manifest, kapal tersebut memuat 18 truk tronton, 1 unit truk besar, 4 unit truk sedang, 4 unit mobil pik-up dan 52 penumpang, termasuk sopir dan kernet serta 6 orang pelajar SMK yang sedang praktik dan 14 kru kapal naas tersebut.

Sementara faktanya, saat kapal tersebut tenggelam tim SAR berhasil menyelamatkan 76 penumpang dan telah ditampung di aula ASDP Ketapang. Beberapa diantarannya bahkan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan medis. “Kenapa mesti ditutupi, tim selamatkan ada 76 orang. Kenapa yang disebutkan hanya 52 penumpang. Itu yang terdaftar, berarti sisanya penumpang gelap,” ujar sumber tim penyelamat dengan nada sedikit kesal.

Saat ini tim SAR masih melakukan pencarian terhadap penumpang dan kru kapal yang belum berhasil ditemukan. Otoritas pelabuhan Ketpang meliris, ada lima penumpang kapal naas tersebut belum ditemukan dan masih dicari. Diantarannya, Bambang Suryono Adi yang merupakan nahkoda kapal, Puji Purwono merupakan seorang mualim 1, Masruroh (25) dan anaknya Romlan yang masih berusia 18 bulan serta satu orang sopir truk asal Lumajang.

Penulis : Dewa Putu Darmada

Editor : Paksi Jalantaka