Ibu-ibu Touring Membawa Pesan Tolak Reklamasi

Minggu, 08 Mei 2016 19:14 Peristiwa

Bagikan

Ibu-ibu Touring Membawa Pesan Tolak Reklamasi
Ibu-ibu melakukan touring untuk menyampaikan pesan Bali Tolak Reklamasi. (Ist/Semetonnews)
Denpasar, Semetonnews - Banyak cara untuk menunjukkan sikap menolak rencana reklamasi Teluk Benoa. Seperti yang dilakukan ibu-ibu yang tergabung dalam Solidaritas legian Peduli (SOLID). Mereka melakukan aksi tolak reklamasi teluk benoa dengan touring ke Bali Timur pada Minggu (8/5/2016). 

Selain membawa pesan tolak reklamasi mereka juga memberikan sumbangan kepada warga miskin di Klungkung. kordinator tourung SOLID Wayan Rini mengatakan ada 26 ibu-ibu yang tergabung dalam touring tersebut. Mereka berkonvoi dengan sepeda motor matic besar meninggalkan Legian pada pukul 9 pagi. 

Pada siang hari, mereka memberikan bantuan uang tunai kepada 6 kepala keluarga (KK) di Kecamatan Dawan, Klungkung. “Melalui sumbangan tersebut kami ingin menunjukkan bahwa kami tidak hanya peduli lingkungan tapi juga kepada sesama manusia yang membutuhkan,” kata Rini.

Tak hanya memberikan sumbangan uang tunai, para peserta touring juga menjelaskan tentang reklamasi dan alasan mereka menolak rencana reklamasi seluas 700 hektar di Teluk Benoa tersebut. Dari Kecamatan Dawan yang berbatasan dengan Kecamatan Sidemen, Karangasem tersebut, para peserta juga mampir ke beberapa pantai yang terkena abrasi termasuk di Kusamba, Klungkung dan Pulau Serangan, Denpasar. 

“Ini untuk mengingatkan lagi bahwa reklamasi yang pernah dilakukan telah mengakibatkan abrasi di pantai-pantai tersebut,” ujarnya. Menurut Rini, rencana reklamasi di Teluk Benoa harus ditolak karena akan merusak lingkungan, terutama abrasi dan banjir. “

Air laut kan segitu-segitu saja. Kalau tempatnya diuruk, air lautnya pasti akan lari ke daratan terutama di sekitar Teluk Benoa, kalau memang Teluk Benoa dianggap telah dangkal, sebaiknya ya dikeruk, bukan malah diuruk,” kata Rini.


Touring sendiri hanya salah satu bentuk sikap SOLID. Sebelumnya mereka telah bergabung dalam berbagai aksi menolak reklamasi yang diadakan di Legian, Tanjung Benoa, ataupun di tempat-tempat lainnya.

Editor   : Robinson Gamar