Sebelum Menembak Wira, PA Sempat Katakan "Mati be ci jani"

Senin, 09 Mei 2016 18:51 Peristiwa

Bagikan

Sebelum Menembak Wira, PA Sempat Katakan
Wayan Wira saat dirawat di RSUP Sanglah, Senin (9/5/2016). (Rafael/Semetonnews)
Denpasar, Semetonnews- Nasib apes menimpa Wayan Wira (10), bocah kelas 5 SD ini terpaksa dilarikan ke RSUP Sanglah lantaran tertembak senapan angin didahi bagian kanan kepalanya, Minggu (8/5/2016) pagi lalu. 

Mirisnya, kejadian yang menimpa korban ini dilakukan oleh teman sekolahnya yang berinisial PA. Pelaku tega melakukan tindakan tak terpuji tersebut lantaran memiliki dendam dengan korban.

"Iya memang ada masalah sama dia, saling ngewer-ngewerin kalau di sekolah" ujar bocah asal Dalem Tarukan Pulasari, Tembuku, Bangli.

Lebih lengkapnya, Ibu Wira, Wayan Suki menceritakan kejadian tersebut terjadi saat anak pertamanya pergi mengunjungi rumah kakeknya. persitwa ini terjadi sekitar pukul 09.30 Wita. 

"saat bermain di dekat rumah kakeknya, Wira dihadang oleh temannya yang merupakan musuh bebuyutannya di sekolah sambil membawa sebuah senapan," ucap Suki di IGD RSUP Sanglah, Denpasar, Senin (9/5/2016). Belum diketahui darimana PA mendapatkan senapan angin tersebut.


"Saya kurang tahu dari mana anak itu mendapatkan senapan," ucap Suki yang terlihat cemas dengan kondisi anak pertamanya.

Sebelum melepaskan tembakan, PA pun mengucapkan ancaman "Mati be ci jani (Mati kamu sekarang)" kepada Wira. Setelah mengeluarkan ancaman, tembakan pun dilepaskan dan tepat mengenai dahi kanan bocah malang tersebut.

Alhasil, Wira mengalami luka hingga bersimbah darah dan peluru yang tertembak juga masih menancap pada dahi kanannya.

Melihat Wira bersimbah darah, PA pun lari dengan cepat meninggalkan musuh bebuyutannya. "Sudah keluar darah, timpal ne langsung melaib (temannya langsung lari)," tutur Suki.

Anaknya pun berlari dan melaporkan kejadian itu kepada kakeknya. Selang beberapa menit, orang tua wira membawanya ke RSUD Bangli untuk mendapatkan penanganan medis.

"Dibawa ke RSUD Bangli dulu, tapi harus dirujuk ke RSUP Sanglah karena mimisnya masih nempel di dahinya" keluhnya. Hingga kini Wayan Wira masih di IGD RSUP Sanglah untuk mendapatkan kamar inap.

Suki pun berharap anaknya yang dikenal penurut itu bisa secepatnta mendapatkan tindakan operasi agar peluru yang masih tertancap pada dahi dekat dengan pelipis kanannya bisa diangkat dan anaknya bisa kembali bersekolah.

Reporter  : Yohanes Rafael
Editor       : Robinson Gamar