Terbukti Lakukan Pelecehan Seksual Terhadap Anak, Wafiq Diganjar 7 Tahun Penjara

Selasa, 10 Mei 2016 15:40 Hukum & Kriminal

Bagikan

Terbukti Lakukan Pelecehan Seksual Terhadap Anak, Wafiq Diganjar 7 Tahun Penjara
Ilustrasi google -semetonnews
Denpasar, Semetonnews-Majelis Hakim pimpinan Achmad Peten Sili akhirnya menjatuhkan vonis 7 tahun penjara terdahadap Whapi alias Muhamad Wafi alias Wafiq yang menjadi terdakwa dalam kasus pelecehan seksual terhadap anak kecil beinisial OM (5). Putusan ini dibacakan Hakim Peten Sili pada sidang, Selasa (10/5/2016) di PN Denpasar.

Dalam amar putusnya, Peten Sili menyatakan sependapat dengan jaksa yang menyebut terdakwa, terbukti melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa, melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk anak melakukan membiarkan dilakukan perbuatan cabul. Perbuatan terdakwa sebagaimana tertuang dalam Pasal 76 e jo pasal 82 UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak.

"Menjatuhkan vonis kapada terdakwa dengan pidana penjara selama 7 tahun,"kata Peten Sili dalam putusanya. Meski demikian, terdakwa yang didampingi pengacara Beny W sedikit beruntung. Sebab, vonis hakim ini lebih ringan 2 tahun dari tuntutan jaksa. Dimana pada sidang sebelumnya, Jaksa Ni Wayan Erawati menuntut terdakwa untuk dihukum 9 tahun penjara.

Sebelum menjatuhkan vonis, hakim terlebih dahulu mempertimbangkan hal yang memberatkan dan meringankan. Yang memberatkan terdakwa tidak mengakui perbuatanya malah terkesan memberikan keterangan yang berbelit-belit. Selain itu hakim juga menilai perbuatan terdakwa menyebabkan trauma bekerpanjangan terhadap korban. Sedangkan yang meringankan terdakwa menyesali perbuatanya.

Sebagaimana tertuang dalam dakwaan jaksa sebelumnya, kejadian ini berawal pada Senin 21 Desember sekira pukul 18.30 Wita saksi korban (OM) datang kos terdakwa di jalan Waturenggong 17 Denpasar, yang juga merupakan kos saksi korban dan bermaksud bermain dengan anak terdakwa. Diketahui saksi korban memang kerap ke rumah terdakwa dan bermain dengan anak terdakwa.

Saat saksi korban main sambil menonton televisi, terdakwa memegang tangan kanan korban dan mengajak ke belakang. Di depan mesin cuci terdakwa mengeluarkan kemaluannya dan memegang tangan korban dan digerakkan sampai mengeluarkan sperma. "Kemudian ke kamar mandi cuci tangan, menurunkan celana korban dan memegang kemaluan tangan kanan, korban takut dan terdakwa bilang jangan siapa-siapa," jelas jaksa dalam dakwaannya.

Pun berdasarkan hasil visum et repertum tertanggal 25 Desember 2015 yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit Umum Sanglah yang dibuat dan ditandatangani oleh dr Kunthi Yulianti hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

Reporter : Maria Gracia