Inilah Kritk Untuk Bali Tourism Board

Rabu, 11 Mei 2016 09:11 Wisata

Bagikan

Inilah  Kritk Untuk Bali Tourism Board
Heri Angligan, Praktisi Pariwisata Bali ,Rabu (11/5) (Wan-Semetonnews)
Denpasar, Semetonnews - Bali Tourism Board sudah waktunya di pimpin orang orang muda praktisi pariwisata, yang memiliki networking serta energik dalam memimpin organisasi. Rabu (11/5).

Meski Bali Tourism Board dianggap  organisasi papan nama oleh sebagian orang tidak lantas menyurutkan minat praktisi pariwsata untuk memperebutkan kursi. Kenyataan yang berjalan promosi pariwista di Bali justru efektif  dilakukan oleh agent tour.

Ida Bagus Kade Heri Angligan, salah satu praktisi dan pelaku bisnis pariwisata menyayangkan kalau Bali Tourism Board justru tidak di pimpin orang orang muda, dan hanya di jadikan alat panggung politik. " BTB jangan dijadikan sebagai pijakan politik saja, hal ini pasti akan membuat organisasi tidak sehat, kabarnya tokoh senior juga turut serta ikut konvensi,  nama Tjok Ace santer di beredar," ucap pria 

Menurutnya banyak potensi muda yang sudah eksis di Bali kesempatan untuk mengisi formatur, " secara implisit sejak rakernas PHRI sudah saya dedungkan, bahwa anak anak muda sudah bisa mengisi, dengan tanpa mengurangi rasa hormat dan sebaiknya pengurus lama mendukung kinerja dengan posisi sebagai penasihat,namun kenyataannya pengurus sebelumnya sepertinya enggan untuk melakukan regenerasi, "tambah Tokoh Pariwisata ini

"Mengenai formatur dalam organisasi ida bagus parta adnyana, ketua gahawisri, serta juga ada nama tokoh lain  Gus De Sidharta dengan yayasan sanurnya, kalau di berikan ruang tersebut dengan kesempatan di berikan generasi sebelumnya itu akan berjalan, "jelas Heri.
 
BTB yang hanya di jadikan pijakan politik para tokoh senior pariwisata di Bali sangat tidaklah elegan, hal inilah yang menuai kritik dari para praktisi pariwisata muda.

Perhelatan Konvensi Bali Tourism Board yang rencananya akan di gelar Sabtu (14/5) berbau tidak sedap, pasalnya organisasi yang mestinya menjadi promosi wisata Bali kini dianggap sebelah mata oleh Pemerintah, selain tidak berfungsi maksimal, adanya perebutan kekuasaan untuk memimpin BTB tidak menambah lebih baik organisasi ini.

Reporter : Wawan Nike