Polisi Curiga Ada Tiga Pelaku, Rumah Nurata Dipasang Garis Polisi

Rabu, 11 Mei 2016 17:57 Hukum & Kriminal

Bagikan

Polisi Curiga Ada Tiga Pelaku, Rumah Nurata Dipasang Garis Polisi
Polisi Memasang garis police line di rumah Nurata.Setune/Semetonnews

Buleleng, Semetonnews - Polisi langsung memasang garis policeline di rumah Nurata suami Narinten (60) yang tinggal bersama istri keduanya, di Dusun Pasar, Desa Anturan, Buleleng. Ini dilakukan pasca temuan bercak darah di sarung bantal di rumah tersebut.

Pemasangan garis polisi ini untuk mempermudah proses penyelidikan pihak Kepolisian atas dugaan pembunuhan Narinten, yang ditemukan tewas disebuah ladang di Desa Anturan, pada Selasa (3/5/2016) lalu pukul 21.30 wita.

Rumah yang ditempati Nurata bersama istri keduanya memang tidak berpenghuni, dan tinggal di rumahnya di Desa Kekeran, Kecamatan Busungbiu, Buleleng, pasca ditemukannya jasad Narinten.

Namun dirumah itu, Polisi mengamankan benda yang diduga sebaga barang bukti berupa linggis, celana training, sarung dan bantal, yang semuanya berisi bercak sarang. Hingga saat ini, barang-barang masih diperiksa di Labfor Polda Bali.

Selain barang bukti yang diamankan, polisi juga menemukan bercak yang diduga darah manusia di rumah tersebut. Bercak yang diduga darah itu ditemukan di lantai kamar dan pohon sekitar rumah.

Kapolsek Kota Singaraja, Kompol. Nyoman Suarnata mengatakan, dari pemeriksaan 15 saksi, kini mengerucut pada tiga saksi yang diduga sebagai pelaku pembunuhan. Bahkan Polisi masih sedang mendalami keterangan dari ketiga saksi ini.

"Kami curiga tiga, tapi selama pemeriksaan hasilnya belum mengarah kesana. Kami sudah periksa HP ketiganya di Polda masih belum mengarah ketiganya. Nanti kami menggunakan trik-trik tertentu. Kalau memang masih tidak mengaku, kami pakai trik lain, dan tim lain yang bekerja," ungkap Suarnata.

Kalaupun nantinya Polisi maaih menemui jalan buntu, Kompol Suarnata juga mengaku, akan mempertimbangkan melibatkan psikolog dalam pemeriksaan ketiga saksi-saksi ini.

"Kami masih pertimbangkan libatkan psikiater, karena bisa juga kami akan pakai psikiater untuk melihat bohong atau tidaknya dari keterangan yang disampaikan oleh ketiga saksi," pungkas Suarnata.


Reporter : Kadek Ari Setun‎

Editor : Gede Sila Nanta‎