Mahasiswa STIKOM Bali Ciptakan Game Tumpek Wayang

Rabu, 11 Mei 2016 22:00 Teknologi

Bagikan

Mahasiswa STIKOM Bali Ciptakan Game Tumpek Wayang
Nyoman Swantara, pencipta Tumpek Wayang versi android
Denpasar, Semetonnews - Seorang mahasiswa STIKOM Bali, I Nyoman Swantara berhasil menciptakan aplikasi permainan yang berlatar belakang salah satu hari suci Bali yakni Tumpek Wayang.   Aplikasi game Tumpek Wayang berbasis android yang mengisahkan wayang sapuh leger ini adalah skripsinya di STIKOM Bali dan mengantarkannya  sebagai salah seorang wisudawan dengan karya skripsi terbaik berdasarkan SK Ketua STIKOM Bali No. 309/STIKOM/WDS/V/16 tentang Penetapan Judul Skripsi Terbaik dalam kaitan Wisuda XVII STIKOM Bali, Rabu (11 Mei 2016) di Inna Grand Bali Beach, Sanur.

Nyoman Swantara yang mantan Ketua Senat Mahasiswa STIKOM Bali periode 2014-2015 ini menjelaskan, aplikasi ini menggambarkan cerita asal usul  hari suci Tumpek Wayang. Teknologi yang digunakan adalah virtual reality yang memungkinkan penggunanya seakan-akan berada di dalam dunia game tersebut dengan bantuan perangkat Google Cardboard. Dalam permainan, pengguna memainkan karakter Hyang Rare Kumara yang harus berlari dari kejaran Bhatara Kala karena akan dimangsa sebagai makanan. Pengguna harus menghindari rintangan blokade dan lubang yang ada hingga sampai ke titik finish dari permainan.  Untuk membuat aplikasi tersebut dia menggunakan aplikasi Unity 3D dan Cardboard SDK (software development kit).

Skripsi berjudul Virtual Reality Game Tumpek Wayan Run Berbasis Android ini mulai dikerjakan  bulan November 2015 hingga awal April 2016 dibawah bimbingan dosen Komang Rinartha Yasa Negara, ST., MT sebagai pembimbing pertama dan I Gede Harsemadi, S.Kom., sebagai pembimbing kedua.

Nyoman Swantara mengakui ada kesulitan ketika memulai menggarap aplikasi ini. Masalahnya, teknologi virtual reality ini baru sedikit orang yang bisa menguasainya sehingga referensi tentang teknologi ini juga masih terbatas, belum begitu banyak. 

“Itulah awalnya kenapa saya agak kesulitan tapi   berkat ketekunan dan bantuan dosen pembimbing, akhirnya saya bisa menyelesaikan dengan baik,” kata Swantara.

Bagi masyarakat Bali, manfaat terbesar dari aplikasi game Tumpek Wayang ini adalah bahwa tatanan kehidupan adat dari ceritra Tumpek Wayang dapat tersampaikan kepada generasi muda dan masyarakat luas melalui sebuah perangkat teknologi. (rsn)  



Source : STIKOM
Editor    : Maria Gracia