Mengintip Metode Burung Hantu Usir Hama Petani di Banjar Pagi

Rabu, 11 Mei 2016 22:05 Budaya & Pendidikan

Bagikan

Mengintip Metode Burung Hantu Usir Hama Petani di Banjar Pagi
ilustrasi google/Semetonnews
Tabanan, Semetonnews – “Kembali Mengalami Yang Alami”, itulah slogan event Uma Wali yang digagaskan oleh sekumpulan masyarakat yang tergabung dalam komunitas Tabanan Lovers (Talov).

Event tersebut berisi perayaan panen para petani di Subak Ganggangan, Banjar Dinas Pagi, Desa Senganan, Penebel, Tabanan dengan cara bertani yang alami. Namun pada pelaksanaannya di tahun 2015, panen tak dapat dilakukan dengan maksimal karena adanya serangan hama tikus. Oleh sebab itu, dua orang anggota anggota Uwa Wali I Putu Partayasa dan I Made Jonita akhirnya mencoba membuat penangkaran burung hantu yang sebagaimana telah diketahui merupakan predator alami tikus secara swadaya.

Partayasa menjelaskan jika pihaknya berhasil mendapatkan beberapa ekor burung hantu untuk dibawa ke penangkaran, hingga saat ini total sudah ada 10 burung hantu jenis Tyto Alba yang dilepas ke Subak Ganggangan. 

“Sebelumnya kita buat dulu rubuha (rumah burung hantu buatan,red) dan diletakkan diareal sawah warga,” paparnya Rabu (11/5/2016).

Dan kini dirinya pun merasa bahagia karena perjuangannya selama satu tahun untuk mengembangkan Tyto Alba tersebut sudah menuai hasilnya yakni dengan lahirnya 9 ekor anak Tyto Alba. 

“Sekitar dua minggu yang lalu menetas 9 telur Tyto Alba dari dua induk di rubuha yang ada di sawah, satu induk 5 dan satunya lagi 4,” lanjut Parta.

Dijelaskannya, induk Tyto Alba dapat bertelur dua kali dalam setahun dengan masa pengeraman telur yakni 20 hingg 30 hari. “Anak-anak burung hantu ini bisa memisahkan diri dari induknya setelah berumur 5 sampai 6 bulan,” tandasnya.

Sementara itu, untuk lebih menggaungkan penangkaran Tyto Alba di Banjar Pagi, I Made Jonita yang juga pengelola penangkaran Tyto Alba tengah asyik membuat lampu berbentuk burung hantu Tyto Alba yang dipasang didepan rumah warga. 

Penulis : Trisna Ayu‎
Editor : Gede Sila Nanta‎