Disidang, Para Terdakwa Kasus Bentrok Antar Ormas Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

Kamis, 12 Mei 2016 19:32 Hukum & Kriminal

Bagikan

Disidang, Para Terdakwa Kasus Bentrok Antar Ormas Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara
Suasana di PN Denpasar saat 18 tersangka bentrok disidangkan (Gracia-Semetonnes)
Denpasar, Semetonnews-Para terdakwa kasus bentrok antar ormas yang terjadi di dalam Lapas Kerobokan dan di Jalan Teuku Umar, Kamis (12/5/2016) mulai disidangkan. Ada 18 terdakwa yang disidang, 14 terdakwa bentrok di Teukur Umar dan 4 terdakwa bentrok di dalam Lapas.

Mereka adalah I Gusti Agung Gede Agung alias Gung Panca, I Gusti Agung Adi Sastra dan Didik Eko Purwanto, Susanto alias Antok, Robertus Korli alias Robi, I Kadek Latra alias Caplus, I Ketut Mertayasa alias Toplus, I Nyoman Suanda alias Wanda, Gusti Putu Eka Krisna Arianto alias Ngurah Krisna, Ishak alias Pak Is, I Wayan Gunarta alias Egi, I Dewa Kadek Dedi Kotha Widiatmika alias Dewa Jebir, Nanang Najib alias Tole dan I Gusti Agung Ngurah Niriyawan.

Para terdakwa disidang terpisah dengan jaksa penuntut umum (JPU ) yang berbeda pula. Untuk terdakwa I Wayan Sumerta Antara alias Beji, I Made Admaja Eka Putra alias Girit, I Putu Heri Saptrawan, dan Lingga Januarta yang merupakan terdakwa bentrok dalam Lapas ditangani oleh Jaksa Dewa Arya Lanang Raharja. Sedangkan untuk terdakwa Didik Eko Purwanto, Gung Panca dan Gung Adi yang merupakan eksekutor bentrok di Jalan Teuku Umar disidang oleh Jaksa I Made Agus Sastrawan dan Wiradarma.

Untuk keempat terdakwa bentrok dalam Lapas, sidang dipimpin oleh Hakim Achmad Peten Sili. Sedangkan untuk Didik Eko Purwanto, Gung Adi dan Gung Panca sidang dipimpin oleh Hakim Wayan Sukanila. Sementara dalam dakwaan empat terdakwa bentrok dalam Lapas dipaparkan, bentrok yang terjadi antara blok C dan D di Lapas Kerobokan,  17 Desember 2015 lalu, berawal saat saksi korban, I Putu Diaskara alias Putu Semal bersama rekanya, Robot, Doglet, Dore, dan Adi berniat menjeput temanya yang baru saja dilimpahkan oleh Kejaksaan.

Saat tiba di pintu pagar, saksi korban melihat rombongan blok C sekitar 30 orang berkumpul di balai bengong Lapas yang dipimpin oleh Tako."Melihat kerumunan itu, saksi korban lalu berhenti dengan jarak sekitar 5 meter dari tempat berkumpulnya 30 orang itu,"papar jaksa dalam dakwaanya. Tidak lama kemudian, saksi korban melihat orang-orang dari blok C1 menyerang Robot.

Melihat kejadian itu, saksi korban berupaya kembali, tapi terlambat karena sudah dihadang oleh tiga orang yang salah satunya memegang pisau. Tak hanya itu, saksi korban juga dihadang oleh terdakwa Beji dan Putu Heri."Kemudian terdakwa Beji memukul wajah saksi korban dan diikuti oleh Putu Heri,"ungkap jaksa.

Lalu terdakwa Beji menarik baju saksi korban yang berusaha lari. Saksi korban kembali dihadang oleh terdakwa Lingga dan terdakwa Made Atmaja, keduanya kembali menghajar saksi korban. Saksi korban berhasil meloloskan diri dengan terus berlari meski sempat menjadi bulan-bulanan."Tapi saksi korban tidak dapat mengenali semua wajah pelaku yang memukulinya,"ungkap jaksa yang Kejari Denpasar itu.

Beruntung, saksi koban akhirnya mampu menyelematkan diri. Atas pebuatan itu, keempat terdakwa dijerat dengan Pasal 170 ayat (2) ke 1 KUHP dan Pasal 351 ayat (1) jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. Sedangkan untuk terdakwa Didik Eko Purwanto, Gung Panca dan Gung Adi yang merupakan terdakwa bentrok di Jalan Teuku Umar dalam dakwaan disebut, saat terjadi bentrok dalam Lapas, Didik Eko sedang berada di Ubung. Gung Adi menghubunginya dan diminta untuk pulang karena ada masalah di dalam Lapas.

Setelah Didik Eko pulang, Gung Adi dan Gung Panca datang menjemput, dan menyarankan terdakwa untuk membawa senjata, kemudian mereka berangkat ke Lapas Kerobokan. Sampai di Lapas, mereka tidak bisa masuk karena dijaga ketat oleh aparat kepolisian. "Akhirnya mereka meninggalkan Lapas dan bergerak menuju Jalan Teuku Umar,"kata jaksa dalam dakwaan. Sampai di Jalan Teuku Umar, mereka bertemu dengan rombangan dari ormas lain yang sedang mengendarai motor, bentrok tidak bisa dihindari. Gung Adi, Gung Panca dan Didik Eko turun dari mobil dengan membawa pedang.

Mereka bersama teteman lainya menghampiri dan lakukan penebasan terhadap korban I Made Mertayasa alias Mario. Tapi Gung Adi tidak ikut penebasan Mario. Usai menebas Mario, ketiga terdakwa lalu pergi. Tidak lama kemudian, ketiga terdakwa melihat salah satu kendaraan rekan mereka menabrak motor yang dikemudikan oleh korban, I Made Suriata alias De Sura yang berboncengan dengan Dekky Remon alias Mario.

Gung Panca, Gung Adi dan Didik Eko turun dari mobil dan Didik Eko bersama rekan lainya mengejar De Surya dan menebasnya. Atas perbuatan itu, terdakwa dijerat dengan pasal berlapis. Yaitu Pasal 338 KUHP jo Pasal 56 ayat (1) ke 1 KUHP, Pasal 170 ayat (2) ke 2 dan ke 3 KUHP, Pasal 2 ayat (1) UU darurat No. 12 tahun 1951 dan Pasal 358 ke 1 dan ke 2 KUHP. 

Reporter : Maria Gracia