Ngetes Motor, Jigong Malah Tewas Tabrak Median Jalan di Serangan

Kamis, 12 Mei 2016 20:16 Peristiwa

Bagikan

Ngetes Motor, Jigong Malah Tewas Tabrak Median Jalan di Serangan
Jenasah Korban saat tiba di Instalasi Forensik RSUP Sanglah (Rafael/semetonnews)
Denpasar, Semetonnews-  Jalan Serangan, Denpasar, kembali memakan korban. Kali ini, seorang remaja tanggung yang masih berusia 15 tahun, I Putu Bagus Darmawan (15) alias Jigong tewas ditempat setelah motor yang dikemudikanya menabrak median atau pembatas jalan, Kamis (12/5/2016) sekitar pukul 17.00 wita.

Jenasah korban kemudian dievakuasi ke Instalasi Forensik RSUP Sanglah mengunakan ambulance BPBD kota Denpasar. Dikabarkan, malapetaka menimpa remaja yang beralamat di daerah Pisanganggaran, Denpasar ini bermula saat korban hendak menguji laju kecepatan motor Yamaha Mio milik temannya yang sudah dimodifikasi.

Nahas bagi korban, dalam perjalanan motor yang dikendarai tiba-tiba oleng dan korban tidak bisa mengendalikan motor, yang melaju dalam kecepatan tinggi sehingga menabrak pembantas jalan.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian kepala yang menyebabkannya meninggal ditempat kejadian."Dia tewas saat  ngetes motor buat persiapan balapan nanti malam, (12/5/2016),"ujar salah satu temannya yang enggan menyebutkan namanya di Instalasi Forensik RSUP Sanglah, Kamis (12/5/2016).

Sementara itu, pantauan dilapangan, saat jenasah korban tiba sekitar pukul 17.30 wita tampak sejumlah remaja mendatangin Intaslasi Foresnisk RSUP Sanglah untuk melihat jenasah korban. Bahkan, rekan korban yang rata-rata masih ABG ini memadati lahaman parkir Instalasi Forensik RSUP Sanglah. Tak hanya itu, keberadaan para remaja ini juga sempat merepotkan para petugas keamanan rumah sakit lantaran berdesak-desakan ingin melihat jenasah korban.

Dari infomasi teman-temannya, korban yang sudah putus sekolah ini pekerjaanya memodifikasi  kecepatan motor khusus untuk balap-balapan."Setelah putus sekolah dia (korban- red) bekerja sebagai penyetel kecepatan motor dan anak racing (balap-balapan) juga. Dulunya, sekolah di SMPN PGRI Denpasar, setelah tamat dia tidak mau lanjut," katanya

Reporter : Yohanes Rafael
Editor      : Maria Gracia