Pemuda Klungkung Tegaskan Tolak Reklamasi Teluk Benoa

Minggu, 28 Februari 2016 11:06 Peristiwa

Bagikan

Pemuda Klungkung Tegaskan Tolak Reklamasi Teluk Benoa
Tolak Reklamasi - Warga Klungkung menggelar aksi tolak Reklamasi Teluk benoa pada Minggu (28/2/2016). (ist/Semetonnews)

Semarapura, Semetonnews - Geliat perlawanan terhadap rencana reklamasi di Teluk Benoa terus menggema. Setelah seminggu lalu ratusan warga di Nusa Lembongan melakukan aksi pernyataan sikap penolakannya terhadap rencana reklamasi Teluk Benoa, kini aksi yang kian masif ini meluas di Klungkung.

Minggu (28/2/2016), ratusan warga dari seluruh penjuru Klungkung memadati areal pantai Watu Klotok yang membentang di wilayah Desa Tojan dan Gelgel, Klungkung. Aksi dimulai pukul 07.00 Wita. Diawali dengan persembahyangan, selanjutnya ratusan warga yang didominasi pemuda ini menyusuri hitamnya pasir pantai Watu Klotok melakukan aksi bersih pantai.

"Berangkat dari aksi ini, saya harapkan warga Klungkung bisa lebih peduli lingkungan. Kita juga berusaha menggugah orang-orang di pemerintahan, dan pemimpin di desa adat untuk berani bersuara dan mengambil sikap menolak reklamasi Teluk Benoa," jelas kordinator aksi Gede Arta Dwipa.

Setelah melakukan aksi bersih-bersih, ratusan warga tersebut langsung menyerukan pernyataan sikap mereka untuk menolak rencana reklamasi Teluk Benoa. Mengatasnamakan pemuda Klungkung, mereka menyerukan agar para pejabat pemerintahan serta pihak adat untuk mendengar aspirasi mereka dan meminta agar Klungkung menentukan sikap untuk menolak rencana rekalamsi Teluk Benoa.

Menurutnya, saat ini hanya desa adat di Klungkung yang belum bersuara untuk menolak rencana reklamasi Teluk Benoa. Padahal, desa adat di daerah lainnya di Bali sudah berani mengambil bersikap untuk menentang rencana reklamasi Teluk Benoa.

"Kita bisa lihat saat ini, pantai Klotok yang berada di pesisir selatan pulau Bali ini kondisinya sudah abrasi parah. Bagaimana jika nanti reklamasi benar-benar dilakukan di teluk benoa? Pasti banyak kerugian yang akan ditimbulkan mulai dari masalah lingkungan hingga masalah sosial. Bali itu mengedepankan wisata Budaya, bukan reklamasi," tegas Gede Arta Dwipa.(Red-SN)

Editor: Robinson Gamar