Aparat Kembali Robohkan Baliho Tolak Reklamasi Jelang Kedatangan Presiden

Sabtu, 14 Mei 2016 13:55 Politik

Bagikan

Aparat Kembali Robohkan Baliho Tolak Reklamasi Jelang Kedatangan Presiden
Baliho yang dirobohkan Aparat, Sabtu (14/05) (Fb- Semetonnews)

Nusa Dua Semetonnews - Aparat TNI kembali menunjukan sikap tidak demokratis terhadap aspirasi masyarakat, "Bendera Merah Putih dan bendera forbali saya temukan tergeletak di tanah," Kata Sueta Warga Bualu saat di konfirmasi Semetonnews.com , Sabtu (14/05) .

Pemasangan Baliho Tolak Reklamasi yang dilakukan warga Desa Adat bualu di lakukan tadi malam, informasi yang di peroleh Semetonnews.com di lapangan.



Terdapat dua pasang Baliho, yakni 4x8 meter di pasang di depan kantor Desa adat Bualu dan baliho Tolak Reklamasi ukuran 3x4 di pasang di seberang  lampu merah pintu masuk tol Nusa Dua yang juga di robohkan.

Saat ini pihak Desa Adat Bualu bersama masyarakat sedang melakukan pemasangan kembali Baliho tolak Reklamasi tersebut, di sejumlah lokasi yang sudah di robohkan.

Koordinator lapangan Tolak Reklamasi desa Adat Bualu dihubungi via telepon mengatakan bahwa masyarakat akan menjaga baliho mereka selama 3 x 24 jam.

" Atas kejadian ini kami sangat tersinggung sekali di alam demokrasi masih ada tindakan seperti ini pak, yang buat kami tidak terima bendera merah putih dan bendera forbali tergeletak di tanah saat kami temukan, karena kami pasang satu tiang bendera merah putih di atas dan di bawahnya bendera forbali," jelas Sueta kepada Semetonnews.com.

Peristiwa ini juga menjadi viral di media sosial facebook, sangat disayangkan tindakan tindakan tidak demokratis yang berbeda dengan reformasi TNI serta adagium dan slogan Bersama Rakyat TNI Kuat.


Situasi pemberangusan spanduk aspirasi dan baliho ini semestinya tidak boleh terjadi di Indonesia, khususnya Bali yang menjadi pintu gerbang International.


Reporter : Wawan Nike