Ini Pidato Jokowi di pembukaan Munaslub Golkar

Sabtu, 14 Mei 2016 21:49 Politik

Bagikan

Ini Pidato Jokowi di pembukaan Munaslub Golkar
Presiden Joko Widodo membuka Munaslub Golkar secara resmi. (Redi/Semetonnews)
Nusa Dua, Semetonnews - Presiden Republik indonesia Joko Widodo akhirnya secara resmi membuka Munaslub partai Golkar di BNDCC, Nusa Dua, Bali pada Sabtu (14/5/2016). Mengenakan batik dengan warna dominan coklat Jokowi datang didampingi Menkopolhukam Luhut Binsar Panjaitan, Menteri pemberdayaan aparatur negara Yudie Chrisnandi serta sejumlah menteri kabinet kerja.

Dalam pidatonya, Jokowi menceritakan jika banyak orang yang bertanya kepadanya jelang Munaslub. Pertanyaan pertama, kenapa Menkopolhukam Luhut Panjaitan menelpon DPD-DPD Golkar di Indonesia. "Lalu saya jawab, Pak Luhut itu adalah mantan Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar," ujarnya. 

Pertanyaan kedua, kenapa pak JK juga mengumpulkan dan menelpon para ketua DPD di seluruh Indonesia. "Saya menjawab, Pak JK itu mantan Ketua Umum Partai Golkar," jelasnya. Pertanyaan ketiga, dimana Istana Negara sekarang ini pak? "Saya menjawabnya, Istana Negara itu ada di Jl Merdeka Utara Jakarta," ujarnya. 

Jokowi masih bercerita lagi, masih ada pertanyaan aneh. Bunyi pertanyaanya adalah, Pak Jokowi dimana sekarang. "Pertanyaan itu terus diajukan. Saya menjawabnya, sekarang saya berada di Munaslub Partai Golkar," ujar Jokowi disambut tepuk tangan meriah peserta hadirin.

Menurut Jokowi, sudah lama Partai Golkar telah memberikan kontribusi yang besar bagi pemerintah. "Untuk apa kita saling bersaing yang tidak produktif. Mari kita saling bergandengan untuk kemajuan negeri ini," ujarnya. Banyak partai yang saling bersaing tidak sehat. Ia meminta Golkar untuk ikut bersama membangun negeri ini. Golkar harus menjadi roh partai politik yang bekerja untuk kemajuan bangsa.

Jokowi juga menyentil pembangunan infrastruktur di negeri ini. Menurutnya, hanya dengan infrastruktur Indonesia bisa dipersatukan. Ia menyampaikan jika saat ini sedang membangung bandara di Papua. "Kalau ada bandara di Papua, maka orang bisa terbang dari Papua langsung ke Aceh," kata Jokowi.

Reporter   : Robinson Gamar