Usai Menikmati Sea Walker, Ibu Dua Anak Asal Bekasi Ini Muntah-muntah dan Akhirnya Meninggal

Senin, 16 Mei 2016 19:45 Hukum & Kriminal

Bagikan

Usai Menikmati Sea Walker, Ibu Dua Anak Asal Bekasi Ini Muntah-muntah dan Akhirnya Meninggal
jenasah korban saat tiba di Instalasi Forensik RSUP Sanglah (rafeal/semetonnews)
Denpasar, Semetonnews-  Wahana water sport Tanjung Benoa, Nusa Dua, Bali, kembali memakan korban. Kali ini seorang wisatawan domestik bernama Mariana Hartati (40), asal Bekasi  meninggal dunia setelah bermain sea walker di Basuka dive water sport Tanjung Benoa, Senin (16/5/2016) sekitar pukul 14.00 wita.

Dari informasi yang dihimpun dilapangan, memang tidak ada kejelasnya kenapa ibu dua anak ini bisa meninggal dunia. Yang pasti korban yang berdomisili di Bekasi ini sempat mengalami muntah-muntah setelah menikmati wahana wisata air Sea walker di Basuka dive water sport Tanjung Benoa. Kemudian, korban sempat dilarikan ke RS Surya Husada Nusa Dua guna mendapat perawatan medis.

Sayangnya, meski mendapat perawatan medis nyawa korban tidak bisa tertolong dan dinyatakan meninggal dunia. Jenasah korban pun kemudian diantar ke  Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah, Denpasar, tiba pada pukul 17. 00 wita. Seorang pria yang diketahui menjadi saksi mata dalam kejadian yang menyebabkan korban tewas tampak tergesa-gesa memasuki ruang Administrasi Forensik RSUP Sanglah.

Namun, pria ini enggan berbicara kepada awak media dengan alasan takut keluarga tidak terima. "Enggak saya tidak mau bicara, takut keluarganya tidak terima," ujarnya singkat. Sementarai itu, Seorang teman lainya mengaku kaget mendengar kejadian tersebut. "Saya tadi jalan-jalan, terus mendengar info kalau Mariana meninggal. Saya langsung kesini untuk mendapat kepastian kebenarannya," ujar seorang wanita yang mengaku teman korban.

Dia juga menjelaskan, Mariana sudah memiliki keluarga dan dikaruniai dua orang anak. "Sudah punya dua anak, sekarang tinggal di Bekasi bersama keluarganya,"tuturnya. Selain itu, Prempuan berbaju putih ini mengatakan sudah lama tidak bertemu dengan korban karena kesibukannya sebagai seorang pebisnis.

"Setahu saya, dia bekerja sebagai seorang pebisnis. Sering juga mendapatkan reward dari perusahaan seperti bank dan lain-lain" imbuh teman korban yang enggan menyebutkan namanya di Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah, Denpasar, Senin (16/5/2016) kemarin.

Semasa hidupnya, korban dikenal baik dan suka bersosialisasi sehingga memiliki banyak teman. "Dia baik orangnya, banyak sekali dia punya teman" katanya. Selain itu pula, korban yang berasal dari Kabupaten Bantul, Yogyakarta itu sudah kurang lebih 2 hari berada di Bali. "Kalau tidak salah sudah 2 hari di Bali untuk berwisata" tandasnya.

Sementara itu, Kepala Bagian SMF Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah, dr Ida Bagus Putu Alit belum mendapatkan laporan terkait hasil Pemeriksaan Luar terhadap jenasah korban tersebut. "Saat ini saya belum mendapat laporan hasil PL-nya," Kata dr Alit saat dihubungi via Telpon.

Reporter : Yohanes Rafael
Editor      : Maria Gracia