Duh, di Jembrana Demam Berdarah Masih Mewabah

Kamis, 19 Mei 2016 22:23 Peristiwa

Bagikan

Duh, di Jembrana Demam Berdarah Masih Mewabah
Pasien demam berdarah di Jembrana
Jembrana, Semetonnews - Penyakit demam berdarah (DB) hingga kini ternyata masih mewabah di Jembrana.

Selama Mei 2016 hingga hari ini, tercatat sudah 41 orang menjalani rawat inap di RSUD Negara karena terkena demam berdarah (DB). Dari jumlah itu enam orang masih dirawat, termasuk. Putu Agus Juliantara (8), asal Kelurahan Tegal Cangkring, Mendoyo.

"Tapi jumlah penderita DB pada bulan ini jauh menurun dibandingan pada bulan April yang mencapai 120 penderita,” terang Direktur RSUD Negara, dr Made Dwipayana, Kamis (19/5/2016) sore.

Selama April menurut Dwipayana, seorang pasien DB meninggal dunia lantaran terlambat dibawa ke RSUD Negara. Akibatnya, ia meninggal dunia setelah mendapat perawatan selama beberapa jam di rumah sakit tersebut.

Sementara data yang tercatat selama Maret 2016 lalu sebanyak 170 orang dirawat di RSUD Negara karena terkena DB. Jumlah ini termasuk yang paling tinggi selama tahun 2016.

Ia menyebutkan menyebutkan, puncak penyebaran demam berdarah terjadi Maret 2016 lalu. Seharusnya, jumlah penderita demam berdarah sudah tidak ada lagi pada Mei 2016 ini. Namun tahun ini prediksi itu sudah dibantah. Terbukti selama Mei 2016 masih terdapat penderita demam berdarah yang cukup tinggi.

“Saya memprediksi, Maret lalu merupakan puncak penyebaran penyakit demam berdarah. Ini bisa dilihat dari tren perkembangan pasien demam berdarah di RSUD Negara. Januari 2016 lalu tercatat 75 orang yang dirawat. Februari naik menjadi 101 orang yang dirawat di RSU Negara,” terang Dwipayana.

Sedangkan data yang diperoleh selama Maret 2016, jumlah pasien demam berdarah yang dirawat di RSU Negara sebanyak 170 orang. Jadi lanjut dia, jika perkembangan ini berlanjut, hingga akhir Mei 2016 mendatang jumlah penderita demam berdarah diprediksi akan terus menurun.

Seorang anak yang menjadi pasien demam berdarah asal Kelurahan Tegalcangkring, Putu Agus mengaku mengalami demam tinggi sejak lima hari lalu. Saat mencapai puncaknya, ia sempat mengalami mimisan.

Mengetahui itu, ia segera dilarikan ke rumah sakit. Berkat pengawasan dan perawatan dari pihak rumah saskit, Agus sudah bisa makan dan minum secara normal.


Reporter : Dewa Putu Darmada 
Editor      : Ray Wiranata