Tiga Bulan Buron, Bocah ini Ngaku Trauma Saksikan Temannya Tewas Dimassa

Senin, 23 Mei 2016 13:12 Hukum & Kriminal

Bagikan

Tiga Bulan Buron, Bocah ini Ngaku Trauma Saksikan Temannya Tewas Dimassa
PI dalam sel tahanan mengaku kapok ikut komplotan pencuri. (Devada/Semetonnews)
Gianyar, Semetonnews- Menyaksikan teman dihakimi massa hingga tewas dan tidak dapat berbuat banyak, sungguh sangat menyiksa. Trauma itu dialami PI (16), salah satu anggota komplotan pencuri sepeda yang sempat menghebohkan warga Ubud, tiga bulan lalu.

"Selama tiga bulan pelarian,  saya dihantui banyangan teman saya yang sudah tak berdaya saat dikeroyok warga di Ubud. Saya tak bisa berbuat apa dan terpaksa meninggalkannya, "ungkap PI setelah ditangkap Buser Polsek Ubud, Senin (23/05/2016).

Dalam aksi pencurian yang ketujuh kalinya itu, disebutkan adalah ide dari K (16) yang tewas ditangan massa itu.   Karena K memang mengaku butuh uang  untuk biaya Tatto di tubuhnya. "Saya kapok mencuri lagi. Saya tak ingin berakhir mengenaskan seperti dia, " sesal pemuda putus sekolah asal Kusamba, Klungkung ini.

Kapolsek Ubud, Kompol I Ketut Widada mengatakan, PI ditangkap saat nongkrong bersama temannya di jalan Bung Tomo,  Denpasar, Minggu malam.  "Selama tiga bulan ini, kami terus mengejarnya. Dia terbilang licin,  karena terus berpindah-pindah, " terangnya.

Kini, pelaku  yang masih dibawah umur itu, sedang menjalani pemeriksaan secara tertutup.  Dari keterangan Putu dan M salah satu pelaku yang sebelumnya sudah ditangkap, diharapkan dapat mengambarkan kronologis pencurian yang mereka lakukan hingga menewaskan salah satu rekannya. "Mudah-mudahan dari keterangan tersangka Putu ini, dapat mengungkap kronologis dan pelaku utama dari konplotan pencuri ini, " harap Widada.

Sebelumnya,  salah satu anggota dari lima komplotan pencuri sepeda, berinisial K (16),  tewas dihakimi massa di Banjar Laplapan , Petulu, Ubud, Senin (08/02/3016) lalu. Dua orang sudah ditangkap kemudian yakni MA dan Putu In. Kini polisi juga masih berupaya memburu dua pelaku lainnya. “ Anggota masih bergerak, untuk menangkap dua pelaku lainnya, “ tandas Kompol Widada.

Reporter : Nyoman Nanda Devada
Editor      : Robinson Gamar