Puputan Tolak Reklamasi Di Desa Pakraman Renon Berlangsung Ceria

Minggu, 29 Mei 2016 18:15 Nasional

Bagikan

Puputan Tolak Reklamasi Di Desa Pakraman Renon Berlangsung Ceria
Massa Aksi Deklarasi ForBali Di Renon, Minggu (29/5) ( Wan- Semetonnews)
Denpasar, Semetonnews - Berjuang dengan keceriaan itulah gambaran yang dilakukan oleh massa dari 36 Desa adat saat aksi Deklarasi Tolak Reklamasi Teluk Benoa Desa Pakraman Renon, Minggu (29/5) Siang.

Ribuan pucuk bendera ForBali berkibar dibawa oleh masing masing kelompok pemuda, selain itu juga kesenian dari Desa Adat Sukawati juga membawa genderang yang bertalu menambah semangat massa dibawah terik matahari.



Deklarasi ini dilakukan sebagai bentuk dari apa yang dinamakan spirit Puputan Teluk Benoa, hal ini diungkapkan oleh Wayan Gendo Suardana saat berada di atas mimbar,"Puputan Teluk Benoa menjadi semangat kita untuk melawan kesewenang-wenangan Penguasa, kami tidak sedikit Ribuan rakyat kini mendukung melalui Desa Pasubayan Tolak Reklamasi Teluk
Benoa," jelasnya.


Selain itu juga Gendo melontarkan tudingan keras  terhadap aktivis lingkungan yang kini bekerja buat investor dalam mendukung rencana reklamasi, " kemaren siang di Banjarnya ranten bendera tolak telah di kibarkan, semua warga disana menolak kenapa dia tidak mampu membendung itu,"jelasnya.

Aksi selain diikuti oleh seka teruna Bendesa Renon Made Sutama usai menandatangani deklarasi penolakan Reklamasi Teluk Benoa di kawasan Renon menyatakan, "kawasan pantai kawasan gunung itu kawasan suci, Bhisama tersebut menyatakan Tukad, gunung laut itu kawasan suci, desa Pakraman Renon sepakat menolak secara tegas Reklamasi tersebut, Bali tersebut satu kesatuan dalam 1000 an desa pakraman,"jelasnya.

Aksi ini juga akan berlanjut dengan beberapa Desa Pakraman dan Desa Adat lainnya yang akan melakukan Deklarasi, dalam waktu dekat Deklarasi penolakan juga datang dari Desa Adat Kesiman.

Reporter: Wawan Nike