Jaksa Tolak Eksepsi Terdakwa, Mohon Sidang Dilanjutkan

Selasa, 31 Mei 2016 22:56 Hukum & Kriminal

Bagikan

Jaksa Tolak Eksepsi Terdakwa, Mohon Sidang Dilanjutkan
Ilustrasi google -semetonnews
Denpasar,Semetonnews- Kasus dugaan memberikan keterangan palsu dimuka sidang dengan terdakwa satu keluarga, Ivan Saputra Kwanarta, Edwin Hartono Kwanarta, dan Ni Ketut  Irawati, Selasa (31/5/2016) kemarin kembali dilanjutkan.

Sidang masuk pada agenda jawaban jaksa atas eksepsi terdakwa. Jaksa Penuntut, Nunik Nurlaeli dalam jawaban atau tanggapan atas eksepsi terdawa yang diajukan oleh pengacaranya, Made Arjaya dkk, menyatakan, tuduhan terdakwa bahwa dakwaan tidak  memenuhi syarat materiil sehinggag batal demi hukum, tidak tepat karena sudah diuraikan secara detail.

Dihadapan majelis hakim PN Denpasar pimpinan Made Purnami, jaksa langsung menyatakan menolak seluruh materi eksepsi terdakwa.Dijelaskan jaksa, Mengenai dakwaan kabur (obscur libel) menurut jaksa tidak dapat diterima.

Sebab dakwaan sudah disusun sesuai dengan ketentuan pasal 143 ayat 2 KUHAP yang telah ditandatangani dan diberi tanggal serta memuat nama lengkap, umur, jenis kelamin, tempat tinggal, pekerjaan, kebangsaan dan  agama Ketiga terdakwa.

Dengan demikian, jaksa memohon kepada majelis hakim untuk menolak eksespi terdakwa dan melanjutkan sidang dengan agenda pemeriksaan saksi. Sementara itu usai sidang Redy Nobel selaku kuasa hukum korban mengapresiasi tanggapan jaksa tersebut.

"Kami berharap hakim melajutkan sidang dan menolak eksepsi terdakwa. Namun sisi lain kami syangkan perubahan jadwal sidang yang mendadak. Biasanya sidang pidana siang ini kok sudah selesai sebelum jam 12," ungkap Redy Nobel.

Seperti diberitakan, ketiga terdakwa tersebut didakwa telah melakukan tindak pidana memberikan keterangan palsu di muka persidangan sebagaimana diatur dalam pasal  242 jo 55 ayat (1) kesatu KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara.

Reporter : Maria Gracia