Duh, Belum Genap Setahun, Proyek Normalisasi Sudah Hancur Lebur

Rabu, 01 Juni 2016 20:43 Peristiwa

Bagikan

Duh, Belum Genap Setahun, Proyek Normalisasi Sudah Hancur Lebur
Ini dia proyek normalisasi yang belum genap setahun tapi sudah hancur (Devada/SN)
Jembrana, Semetonnews-Warga Desa Brangbang, Kecamatan Negara, Jembrana memprotes pengerjaan proyek normalisasi jalan yang menghubungkan Munduk Kendung, Desa Brangbang menuju Desa Kaliakah, Negara.

Pasalnya, pengerjaan proyek bantuan provinsi tersebut kualitasnya sangat buruk. Buktinya dalam kurun waktu kurang dari enam bulan setelah pengerjaannya rampung, proyek tersebut sudah hancur lebur.

Proyek tersebut menurut sejumlah warga dikerjakan pertengahan tahun 2015, dan diserahkan akhir Desember tahun lalu. Namun saat ini kondisi jalan yang menggunakan lapen tersebut hancur lebur.

"Memang benar jalan tersebut hancur, aspal lapennya sebagian besar mengelupas dan krikil banyak berserakan. Itu terjadi karena kualitas pengerjaan yang jelek,” terang Perbekel Brambang Gusti Putu Supradnya, Rabu (1/6/2016).

Menurut Supradnya, jalan yang dilapen tersebut merupakan jalan kabupaten, namun proyek tersebut dikerjakan langsung oleh pihak provinsi dengan menunjuk rekanan."Saya tidak tahu persis berapa anggaran proyek tersebut dan siapa rekanannya karena langsung dikerjakan oleh provinsi,” ujarnya sore tadi.

Lanjutnya, tidak ada sosialisasi kepada masyarakat, namun pihak provinsi dengan mengajak rekanan sempat memberitahukan bahwa di wilayahnya akan ada proyek normalisasi jalan. Supradnya juga menjelaskan, dirinya selaku Perbekel Brambang juga sudah pernah menyampaikan protes ke provinsi terkait kualitas pengerjaan jalan tersebut.

Protes tersebut sempat ditindaklanjuti dengan melakukan servis kerusakan di sepanjang jalan tersebut. Sayangnya meski sudah diservis, jalan tersebut kembali hancur sebulan berikutnya. "Jalan itu belum diserahkan ke desa setelah proyek dikerjakan. Dan kalaupun diserahkan, kami tidak berani menerimannya karena kondisinya hancur,” tegas Supradnya.

Terkait hal itu Supradnya meminta pihak provinsi atau pihak rekanan yang mengerjakan proyek tersebut segera melakukan perbaikan agar jalan tersebut tidak membahayakan jika dilewati.

Reporter : Dewa Putu Darmada
Editor     : Maria Gracia