Shalat Sunah Gerhana tidaklah wajib, Kata MUI Bali

Senin, 07 Maret 2016 11:54 Peristiwa

Bagikan

Shalat Sunah Gerhana tidaklah wajib, Kata MUI Bali
Menanti Hari Nyepi dan Gerhana Matahari Total 9 Maret 2016. (google/Semetonnews)
Denpasar, Semetonnews - Majelis Ulama Islam (MUI) Bali menghimbau kepada umat muslim yang saat hari Nyepi masih tetap tinggal di Pulau Dewata agar menjalankan shalat Gerhana Matahari Total (GMT) dengan tertib pada Rabu 9 Maret 2016, nanti. Dalam menjalankan Shalat Sunah ini, MUI Bali menghimbau umat Muslim di Bali agar taat pada penerapan aturan desa adat masing-masing. Karena Shalat Sunah Gerhana ini bukanlah hal yang harus atau wajib dilaksanakan.
Kepala MUI Bali, Taufik As'Adi mengatakan, MUI  Bali sendiri tidak mengadakan secara klhusus shalat sunnah GMT secara berjamaah. "Kami tidak mengadakan sholat sunnah GMT secara massal di lapangan. Ada sholat sunnah GMT di masjid masing-masing,"ungkapnya di Denpasar, Senin (7/3/2016)
Pihaknya menjelaskan, bila umat muslim shalat sunnah GMT di masjid pun tidak boleh menggunakan pengeras suara, dan menuju masjid harus berjalan kaki.
"Kami tidak memiliki aturan sendiri, semuanya tergantung dengan daerah di kabupaten masing-masing. Disana ada yang memperbolehkan shalat sunnah berjamaah di masjid, ada juga yang diadakan dirumah masing-masing,"paparnya.
Sholat GMT ini merupakan sholat sunnah, bukan wajib, lebih bagus itu dilaksanakan, meskipun tidak dilakukan  juga tidak berdosa.
"Shalat GMT ini meminta kepada Allah SWT untuk keselamatan semua orang yang ada di Indonesia. Terlebih lagi untuk dunia,"ungkapnya.
Dalam perayaan Nyepi seperti diketahui tidak boleh melakukan hal-hal seperti Amati Amati geni (tidak menyalakan api termasuk memasak),Amati karya (tidak bekerja), Amati lelungan (tidak bepergian), Amati lelanguan (tidak mencari hiburan) bahwa tidak ada yang boleh beraktifitas.

Penulis : Paksi Jalantaka