Belum Bisa Penuhi Janji, Menteri Susi Pudjiastuti Minta Maaf kepada Nelayan

Sabtu, 04 Juni 2016 17:09 Peristiwa

Bagikan

Belum Bisa Penuhi Janji, Menteri Susi Pudjiastuti Minta Maaf kepada Nelayan
Kunjungan Menteri Susis di Jembrana
Jembrana, Semetonnews - Merasa janji yang diucapkannya setahun lalu kepada sejumlah nelayan di Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Jembrana belum bisa di tepati, Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti meminta maaf kepada sejumlah nelayan.

Permintaan maaf tersebut disampaikannya saat melakukan tatap muka di aula Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan Negara sebagai rangkaian kunjungan kerjanya, Sabtu (4/6/2016).

Disambut Sekda Jembrana Gede Gunadnya dan pejabat lainnya di jajaran perikanan, Susi juga sempat melakukan peninjauan ke breakwater di areal pelabuhan Pengambengan.

"Banyak yang saya sampaikan tahun lalu tapi birokrasi yang terlalu banyak menyebabkan banyak hambatan. Jadi saya minta maaf janji belum bisa kami penuhi," ujar Susi, Sabtu (4/6/2016).

Janji yang pernah disampaikannya diantarannya, pelabuhan yang harusnya dikeruk namun belum dikeruk dari tahun 2013. Karena kapal keruknya tidak bisa jalan.

Sistem seperti itu menurut Susi, membuat dirinya stres. Ibarat memiliki banyak mobil bingung mau setir yang mana.

"Dimana salahnya saya jadi tidak mengerti. Yang penting sekarang berapa lama kapal keruk bisa jalan. Saya kasih waktu dua bulan harus bisa jalan. SMS saya kalau tidak jalan. Saya serahkan pada Direktur Pelabuhan," jelasnya.

Menteri Susi juga melihat kapal ikan Mina di pelabuhan Pengambengan bantuan dari Kementrian KP. Kondisi kapal tersebut mangkrak dan setengah tenggelam.

Melihat kondisi itu Susi meminta kapal tersebut ditenggelamkan agar tidak menghalangi keluar masuknya kapal lain.

Menteri Susi juga mengharapkan dua bulan lagi ada penambahan breakwater dan dimasukkan ke anggaran KKP. Anggaran Rp 17 miliar bisa masuk ke anggaran perubahan.

Menanggapi adanya keluhan nelayan anjloknya harga ikan akibat permainan pabrik, Susi mengharapkan agar pihak pengusaha tidak. mempermainkan dan terlalu menekan harga ikan sehingga nelayan masih ada keuntungan.

Susi juga mengharapkan kehadiran Perindo dan Prinus yang merupakan BUMN bisa membeli hasil tangkapan nelayan seharga Rp 7000-9000 per kilogram.

"Harga ikan Rp 5000 itu masih rendah, minimal Rp 7000 lah," tandasnya sambil mengharapkan usai lebaran sudah ada realisasi.
Apalagi pihaknya mendengar informasi kalau tangkapan lemuru akhir 2015 naik dari 12 ribu ton menjadi 18 ribu ton.

Menteri Susi juga tetap melarang kapal-kapal asing masuk ke Indonesia dan ini sesuai dengan Perpres tanggal 12 Mei 2016.

"Jadi kami harapkan para nelayan di Jembrana juga melaporkan jika ada kapal-kapal asing masuk ke wilayah Indonesia atau Jembrana sendiri," harapnya.

Pemerintah Indonesia katanya berkomitmen perikanan tangkap digunakan sebanyak-banyaknya untuk kemakmuran rakyat Indonesia.

Sementara itu Direktur Pelabuhan Agus Suherman berjanji habis lebaran kapal keruk akan bisa jalan. Jika sampai tanggal 15 Juli belum bisa dirinya siap untuk dicopot.



Reporter : Dewa Putu Darmada
Editor      : Ray Wiranata