Menang Perdata, Tinggal Tunggu Laporan Pidana

Minggu, 05 Juni 2016 20:39 Hukum & Kriminal

Bagikan

Menang Perdata, Tinggal Tunggu Laporan Pidana
ilustrasi-google-SN
Denpasar,Semetonnews-Kasus yang satu ini bisa dikatakan sangat memalukan. Bagaimana tidak, Mochamad Saleh dan Mustafa yang diketahui kakak beradik itu ribut hanya gara-gara rebutan ruko.

Alhasil, jalur hukum pun diambil untuk menyelesaikan masalah ruko itu. Selain melalui jalur perdata di PN Denpasar, jalur pidana pun ditemuh untuk penyelesaianya. Dalam gugatan perdata, Saleh yang beralamat di Jalan Satelit, Denpasar berhasil menang melalui  putusan di Pengadilan Negeri (PN).

Artinya, saat ini Saleh berhak atas kepemilikan ruko yang sebelumnya diklaim milik kakaknya, Mustafa yang tinggal di Jalan Jayagiri, Denpasar. Majelis hakim pimpinan Hadi Masruri pada sidang, Kamis (26/5/2016) lalu menyatakan  mengabulkan sebagian gugatan Saleh terhadap Mustafa (tergugat).

Disebut pula, kepemilikan ruko sertifikat hak milik (SHM) 710/Kuta seluas 810 m2 di kawasan wisata Kuta, Badung adalah sah milik penggugat (Saleh). Hal ini seperti diungkap kuasa hukum Saleh,  Mochamad Sukedi dan Nur Abidin pada Minggu (5/6/2016) kemarin.

Tak puas menang perdata, kasus ini juga berujung laporan penipuan penggelapan ke Polisi. Sukedi mengatakan, untuk pidana pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan di kepolisian.“Kami sudah resmi melaporkan Mustafa ke Polsek Kuta atas pada 2015 lalu,"ungkap Sukedi.

Sukedi yang didampingi Nurabidin juga mengatakan,  kasus ini berawal pada 2008 lalu. Saat itu, Saleh baru saja memenangkan perkara gugatan perdata atas objek tanah di kawasan Kuta seluas 810 m2 yang diatasnya berdiri ruko.

Mustafa lalu minta agar dirinya yang mengelola ruko tersebut. Ia juga minta agar SHM tanah tersebut dibalik nama menjadi miliknya. “Lalu dibuat akta jual beli di notaris seolah-olah tanah tersebut sudah dibeli oleh Mustafa. Padahal belum ada pembayaran,”terang Sukedi.

Saleh sempat menagih pembayaran kepada kakaknya. Namun hingga tahun 2013, Mustafa terus menghindar dan tidak mau membayar sesuai perjanjian yang telah disepakati. Pihak keluarga sudah berupaya mendamaikan namun gagal. Karena tidak ada niat baik dari Mustafa, Saleh pun memilih jalur hukum.

Reporter : Maria Gracia