Pasal Penghancuran Kendaraan Tua Akhirnya Dihapus

Senin, 06 Juni 2016 12:45 Peristiwa

Bagikan

Pasal Penghancuran Kendaraan Tua Akhirnya Dihapus
Perwakilan penghobi (Kiri) menyerahkan pernyataan sikap kepada ketua panja Ranperda penyelengga lalu lintas dan angkutan jalan, Senin (6/5/2016) di DPRD Bali. (Robi/Semetonnews)
Denpasar, Semetonnews- Sejumlah perwakilan masyarakat pecinta mobil tua atau mobil antik mendatangi DPRD Bali pada Senin (6/5/2016). Klub dan komunitas yang mesadu antara lain perwakilan dari BVW,HDCI, TLCI Bali, BHH, HMT dan komunitas lainnya. Kedatangan mereka untuk menyampaikan aspirasi mengenai ranperda lalu lintas dan angkutan jalan provinsi Bali. 

Ranperda ini sempat mengundang kekuatiran di kalangan pecinta mobil tua, buntut dari pasal yang mengatur penghancuran kendaraan dengan usia lebih dari 25 tahun. Perwakilan Himpunan Motor Tua (HMT) Bali Gede Ari Sariasa mengatakan motor tua merupakan warisan sejarah. Sebab banyak motor tua yang dimiliki anggota HMT pabriknya telah ditutup. "Motor tua adalah warisan sejarah karena banyak yang pabrikannya sudah ditutup," kata Sariasa.

Menurutnya kendaraan tua bukanlah penyebab kemacetan. Hal ini dapat dilihat dari sejumlah titik kemacetan. Dimana penyebabnya justru kendaraan baru. Karena itu dalam kesempatan ini HMT secara resmi menyampaikan sikap tertulis mengenai penolakan terhadap penghancuran kendaraan tua.

"Kalau berpikir jernih jalanan sumber kemacetan justru kendaraan baru. Kendaraan justru tua hindari jalanan macet karena takut mogok," kata Sariasa.

Atas aspirasi para penghobi ini ketua Panja ranperda penyeleggara lalu lintas dan angkutan jalan IB Udiyana mengatakan sebenarnya tidak perlu ada perdebatan lagi. Dalam proses pembahasan ranperda sesungguhnnya mencuat beberapa opsi soal mobil tua. 

Opsi pertama adalah pembatasan usia kendaraan dengan pengecualian pada pada mobil antik serta opsi kedua pasal penghancuran dihapus dari ranperda.  Artinya kedua opsi ini sama-sama melindungi mobil antik. Bahkan menurut politisi Golkar tersebut, seluruh fraksi di DPRD Bali telah sepakat menghapus pasal tentang pengalengan mobil tua. 
"Sebenarnya tidak perlu ada diskusi lagi karena pasal itu sudah dihapus,"kata Udiyana.

Reporter   : Robinson Gamar