Lima Pelaku Pembunuh Jik Satria Serahkan Diri

Rabu, 08 Juni 2016 09:38 Hukum & Kriminal

Bagikan

Lima Pelaku Pembunuh Jik Satria Serahkan Diri
(Ilustrasi/Google/Semetonnews)
Gianyar, Semetonnews- Di tengah upaya marathon yang dilakukan Jajaran Polres Gianyar,  5 orang yang mengaku sebagai pihak yang bertangung jawab atas penganiayaan hingga hilangnya nyawa di banjar dentiyis dengan korban Dewa Gede Artawan alias Jik Satria akhirnya menyerahkan diri

Dari informasi yang dihimpun Semetonnews.com di Mapolres Gianyar, Rabu (08/06/2016), mereka menyerahkan diri diantar seorang penesehat hukum, Raymond Simamora, SH.

Mereka yang menyerahkan diri masing-masing Wayan Buda Artama (24), asal Jalan Ahmad Yani , Dps. I Gede Nyoman Suka Arta Yasa (23) asal Jati Luwih, Tabanan, Kadek Juniantara (22), asal Angantaka, Abiansemal, Badung. I Made Edi Ariyanta  (28) asal Dalung, Kuta Utara, Badung dan Made Putra Mardana (32) asal Paguyangan, Denpasar. 

Kapolres Gianyar, AKBP Waluya menyebutkan, mereka menyerahkan diri , Selasa 7 juni 2016 pukul 22.30 wita. "Kelompok yang mengaku sebagai pelaku  dan juga menyerahkan  barang bukti berupa dua bilah pedang.  1 bergagang putih dan 1 bergagang hitam, " ungkap Waluya.

Dari pemeriksaan sementara, sebutnya, para  pelaku menggunakan satu mobil Suzuki Ertiga yang disewa dari seorang yang bernama Samson di Penatih Denpasar.  "Saat kejadian kelompok pelaku ini mengaku datang dari lokasi tabuh Rah kemenuh. Saat dalam perjalanan dari kemenuh menuju TKP terjadi gesekan. Korban disebutkan sempat mencaci maki para pelaku," trangnya.

Tidak terima dengan  cacian itu,  para kelompok pelaku berang dan  tancap gas mengejar korban. Hingga  di TKP Wayan Buda Arta dan I Gede Nyoman Suka Arta YASA mengambil sajam berupa pedang yang ada di dalam mobil. Lanjut mengejar korban ke dalam gang dan terjadi  penganiayaan. " Wayan Buda Artama mengaku menebas dan menusuk korban, sedangkan I Nyoman Suka mengaku menebas korban beberapa kali,"tambahnya.

Atas pengakuan mereka, kini jajaran Polres Gianyar disebutkan masih melakukan pengembangan. Termasuk mencari barang bukti  lain. "Kami masi menyelidiki motif kasus ini, " pungkasnya.

Reporter : Nyoman Nanda Devada
Editor      : Robinson Gamar