Hujan Reda, Bangunan Pura Ambruk

Selasa, 21 Juni 2016 15:56 Peristiwa

Bagikan

Hujan Reda, Bangunan Pura Ambruk
Kondisi bangunan Pura yang roboh. (Devada/Semetonnews).
Gianyar, Semetonnews-Hujan lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Payangan, Gianyar berakibat fatal pada Pura Puseh, Desa Pakraman Yeg Tengah. Setelah hujan reda, sebuah bangunan suci tiba-tiba ambruk dan berempat ke tuga bangunan lainnya, Selasa (21/06/2016) pagi.

"Bangun pagi hujan sudah reda. Saya hendak buang air. Tiba-tiba saya mendengar suara banguan ambruk di pura. Saya pun beranjak dan meliha5 sejumlah paling ambruk, " ungkap Luh Gede Widiani (19) warga yang rumahnya bersebelahan dengan pura.

Atas kejadian itu, luh Gede pun bergegas ke rumahnya I Made Sukadana yang merupakan  Bandesa Adat di Pekraman Yeh Tengah. Atas laporan itu, Sukadana mengajak   Prajuru Adat maupun Dinas Banjar Yeh Tengah mengecek Pelinggih yang roboh didalam areal Pura Puseh Desa tersebut. " Hingga dilokasi kami mandapati sejumlah palinggih roboh. Diantaranya,  bangunan Bale Pelik atau Pengaruaman tengah,  Meru tumpang,  Limas Catu dan palinggih  Gedong Sari, "terang Sukadana.

Menurut Sukadana,  bangunan yang roboh pertama kali adalah Pelinggih  Bale Pelik. Palingih tersebut roboh diperkirakan karena posisinya memang sudah agak miring, mengingat struktur bangunan atap yang terbuat dari ijuk bebannya terlalu berat. " Tiang penyangga terlalu kecil, sehingga tidak kuat menahan beban terlalu berat. Disamping itu juga situasi sebelumnya turun hujan yang cukup lebat, " ungkapnya.

Saat roboh, sejumlah bangunan suci disampingnya tertimpa dan seterusnya. Atas musibah ini, kerugian material diperkirakan mencapai Rp 250.000.000. Selanjutnya pihak Prajuru Adat dan Dinas melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Payangan  dan Badan penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Gianyar.


Reporter : Nyoman Nanda Devada