"Salam Sakit Hati" Spanduk Menyambut Turunnya Rekomendasi PDI Perjuangan

Selasa, 21 Juni 2016 20:33 Politik

Bagikan

Keberadaan Spanduk kecil bertuliskan "Salam Sakit Hati" di depan Posko Sekretariat DPC PDIP Buleleng.
Buleleng, Semetonnews -  Spanduk berukuran kecil, yang bertuliskan "Salam Sakit Hati", dipasang oleh orang yang tak dikenal, ini diduga terkait jelang turunnya rekom P DIP yang mengusung kadernya maju sebagai calon yang bertarung di Pilkada Buleleng 2017.

Dari pantauan semetonnews.com, pada Selasa (21/6/2016) sore hari, spanduk itu terpasang menggunakan kain berwarna putih dengan cat berwarna hitam, dengan bertuliskan "Salam Sakit Hati", dengan posisi tepat berada di depan posko sekretariat DPC PDIP Buleleng.

Penjaga Sekretariat DPC PDIP Buleleng, Gede Maryana alias Degun mengatakan, dirinya tidak mengatahui kapan spanduk tersebut terpasang, sebab saat datang dirinya tidak sempat melihat ke arah posko. Bahkan dirinya mengaku, belum menyampaikan hal tersebut, kepada staf maupun pengurus di DPC PDIP Buleleng.

"Saya baru datang setelah pulang kampung sekitar pukul 10.40 wita dan juga tidak perhatian dengan spanduk itu. Besok saja tanyakan sama staf yang ada di DPC. Mereka, pasti ada dari pagi di sekretariat dan mudah-mudahan tahu pemasangan spanduk itu," kata Degun.

Dengan dipasangnya spanduk itu menandakan, bahwa internal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Bali, yang kini dipegang I Wayan Koster semakin bergejolak, pasca Dewa Nyoman Sukrawan yang notabene pengurus struktural dan menjabat Bendahara DPD PDIP Bali mendeklarasikan dirinya maju sebagai calon Independen di Pilkada Buleleng 2017, yang didampingi Dharma Wijaya.

Begitu pula, Putu Agus Suradnyana dan Nyoman Sutjidra (PAS-Sutji) juga mendeklarasikan maju di Pilkada Buleleng lewat PDIP, walaupun belum turun Rekomendasi, mereka telah mengantongi dukungan  Partai NasDem dan kemungkinan bakal disusul oleh Partai Hanura.

Bukan itu saja, Sukrawan mengaku, dirinya siap menerima sanksi partai meskipun berupa pemecatan sebagai kader PDIP, hal ini diduga menjadi pemicu munculnya spanduk tersebut, yang belum diketahui siapa pemasangnya.

Sementara ketika berusaha dikonfirmasi terkait keberadaan spanduk itu, seluruh petinggi DPC PDIP Buleleng, masih belum berkomentar. Melalui telepon seluler pun, semuanya ternyata masih belum bisa dikonfirmasi.




Reporter : Kadek Ari Setun 
Editor : Wawan Nike