Redam Polemik Internal DPC PDI-P Buleleng Copot Spanduk Salam Sakit Hati

Rabu, 22 Juni 2016 12:01 Politik

Bagikan

Redam Polemik Internal DPC PDI-P Buleleng Copot Spanduk Salam Sakit Hati
Posko yang sebelumnya dipasang spanduk


Buleleng, Semetonnews - Keberadaan spanduk kecil bertuliskan "Salam Sakit Hati", di Posko Sekretariat DPC PDIP Buleleng, membuat internal DPC PDIP Buleleng menjadi kelimpungan. Pasalnya, belum diketahui siapa pemasang dari spanduk tersebut, jelang turunnya rekomendasi PDIP untuk menunjuk kadernya maju di Pilkada Buleleng.

Seperti pantauan semetonnews.com, pada Rabu (22/6/2016) siang, keberadaan spanduk tersebut sudah tidak ada lagi. Kabarnya, spanduk itu dicabut pada tengah malam, oleh internal DPC PDIP Buleleng, agar tidak menjadi polemik.

Sekretaris DPC PDIP Buleleng, Gede Supriatna membenarkan, bahwa spanduk tersebut sudah dicabut tengah malam. Namun ia belum mengetahui, siapa pemasang spanduk tersebut.

"Kami tidak mengetahui siapa yang memasang, pengurus kami juga tidak tahu. Karena posisinya dibawah Sekretariat kami. Sudah dicabut kemarin malam," kata Supriatna, Rabu siang.

Supriatna yang juga Ketua DPRD Buleleng ini malah menyebutkan, posko tersebut bukanlah Posko PDIP. Sehingga, belum diketahui maksud kepada siapa spanduk itu ditunjukan. Pasalnya, posko itu ada sebelum sekretariat berdiri.

"Posko itu, bukan posko PDIP karena ada sebelum Sekretariat kami disana. Posko itu dibangun, oleh pemilik rumah di sekitar sekretariat DPC kami, jadi itu bukan posko kami, belum tahu kepada siapa spanduk itu ditunjukan," jelas Supriatna.

Namun dari lapangan diketahui, keberadaan Posko itu memang ada sebelum sekretariat DPC PDIP Buleleng berdiri. Bahkan, posko itu merupakan posko PDIP di tingkat ranting. Namun nyatanya Supriatna, malah tidak mengakui keberadaan posko itu. Padahal, atribut partai mengelilingi posko itu.

"Kalau masalah atribut PDIP ada disana, kan itu karena lokasinya dekat sekretariat kami. Yang jelas itu, memang bukan posko Sekretariat DPC PDIP Buleleng," kilah Supriatna.


Reporter : Kadek Ari Setun

Editor : Wawan NikeĀ