Suata Penuhi Panggilan Kejati Bali

Senin, 07 Maret 2016 20:16 Hukum & Kriminal

Bagikan

Suata Penuhi Panggilan Kejati Bali
Suata usai memberikan keterangan di Kejaksaan Tinggi Bali (Putu Leko/Denpasar)
Denpasar, Semetonnews - Ketua Biro Angkutan Sewa Organda Badung, Wayan Suata akhirnya, Senin (7/3/2016) memenuhi panggilan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali terkait dugaan pungutan liar (pungli) di Organda Bali dan Dinas Perhubungan (Dishub) Bali.

Suata membeberkan dia dipanggil terkait pemasukan Organda dari rekomendasi untuk ijin angkutan sewa dan lainnya yang nilainya disebut mencapai ratusan juta. Suata, mejalani pemeriksaan sekitar pukul 14.00 Wita hingga pukul 15.00 Wita.

Ditemui usai pemeriksaan, Suata mengatakan diperiksa penyidik Kejati terkait beberapa hal diantaranya soal pemasukan di Organda Bali. Ia menjelaskan sejak Januari 2015 lalu, Organda Bali mendapatkan keran pemasukan dari rekomendasi ijin angkutan sewa Rp 200 ribu per unit kendaraan.

“Jadi setiap pemilik kendaraan yang akan mengurus ijin angkutan sewa dikenakan biaya rekomendasi di Organda Bali sebesar Rp 200 ribu,” jelasnya. Sejak penerapan per Januari 2015, Organda Bali mengeluarkan sekitar 200 rekomendasi per bulannya.

Jika dihitung, perbulan Organda Bali bisa menerima sekitar Rp 40 juta dari rekomendasi itu saja. Belum lagi mendapat Rp 1.000 dari kir kendaraan yang tiap bulannya bisa mencapai belasan ribu kendaraan.
Ini ditambah dari rekomendasi untuk rekomendasi angkutan sewa lainnya seperti Kura-Kura transport senilai Rp 100 juta. “Pemasukan yang mencapai ratusan juta ini sempat saya tanyakan. Tapi tidak mendapat jawaban,” terangnya.

Ditambahkannya, untuk retribusi di Dishub Bali untuk ijin angkutan sewa memang dikenakan biaya Rp 75 ribu per unit kendaraan. Namun ini sesuai Perda Propinsi Bali Nomor 2 Tahun 2015 tentang perubahan Perda Nomor 6 Tahun 2011 tentang retribusi perijinan tertentu. Namun ketika ditanya dasar soal biaya rekomendasi di Organda sebesar Rp 200 ribu, Suata mengatakan tidak tahu.

Sementara itu, Aspidsus Kejati Bali, Erna Noormawati mengatakan pemeriksaan terhadap Suata tersebut baru sebatas Pengumpulan Bahan Keterangan (Pulbaket) dan Pengumpulan Data (Puldata) sehingga belum bisa dijelaskan secara rinci. “Nanti kakalu sudah jelas dan masuk penyidikan akan kamu umumkan lagi,” terang Erna  yang ditemui di Kejati Bali.

Penulis : Putu Leko
Editor : Maria Gracia