Vaksin Balita, Mending ke Puskesmas dan Gratis

Kamis, 14 Juli 2016 22:58 Peristiwa

Bagikan

Vaksin Balita, Mending ke Puskesmas dan Gratis
Dokter dan rumah sakit sulit membedakan vaksin asli atau palsu. (IST/SN)
Tabanan,Semetonnews- Kendati Pemprov dan Dinas Kesehatan Bali menyatakan peredaran vaksin palsu tidak ditemukan beredar di Pulau Dewata. Namun demikian, namanya orang tua tentu saja takut bukan kepalang. Apalagi, biaya sekali vaksin balita di dokter spesialis anak terbilang lumayan. Merebaknya kasus vaksin palsu, belakangan banyak orang tua yang membawa balitanya untuk vaksinisasi di Puskesmas terdekat.

"Sebagai orang tua tentu takut terjadi apa-apa terhadap anak. Mending vaksin ke Puskesmas, apalagi pemerintah menjamin keaslian vaksin di RS pemerintah dan Puskesmas," kata Kadek Yulita usai membawa balitanya vaksinisasi BCG dan polio di Puskesmas Kerambitan, Tabanan, Kamis (14/7/2016). Apalagi untuk vaksinisasi wajib tidak dipungut biaya sepeser pun.

Di bagian lain Menteri Kesehatan Nila Djuwita F. Moeloek akhirnya membeberkan empat belas nama rumah sakit pengguna vaksin palsu. Rapat antara Komisi IX DPR-RI, Kementerian Kesehatan, BPOM, Biofarma, IDAI, dan Bareskrim yang digelar di Gedung DPR-RI, Kamis (14/7/2016), berujung terkuaknya keempat belas nama rumah sakit pengguna vaksin palsu yang selama ini dirahasiakan berupa inisial.

Nama-nama rumah sakit tersebut adalah: RS. Dr. Sander Batuna, Cikarang Utara, Bekasi; RS. Bhakti Husada, Cikarang Utara, Bekasi; RS. Sentra Medika, Cikarang, Bekasi; RSIA Puspa Husada, Tambun Selatan, Bekasi; RS. Karya Medika, Cikarang Barat, Bekasi; RS. Kartika Husada, Jatiasih, Bekasi; RSIA Sayang Bunda, Pondok Ungu, Bekasi; RSU. Multazam Medika, Tambun Selatan, Bekasi; RS. Permata Bekasi; RSIA Gizar, Cikarang Selatan, Bekasi; RS. St. Elisabeth, Bojong Rawalumbu, Bekasi; RS. Hosana Medica Lippo Cikarang; RS. Hosana Medica Bekasi; dan RS. Harapan Bunda, Ciracas, Jakarta Timur.

Diketahui, keempat belas rumah sakit tersebut, tiga belas diantaranya berasal dari Bekasi dan mendapatkan vaksin tersebut dari Juanda ( CV. Azka Medika , untuk RS. Harapan Bunda, Ciracas, Jakarta Timur memperoleh vaksin palsu tersebut dari M.Syharul. Sementara itu, yang lebih mencengangkan ialah, terdapat beberapa klinik dan bidan yang masuk dalam daftar pengguna vaksin palsu.

Berikut nama klinik dan bidan yang menggunakan vaksin palsu yakni Bidan Lia, Kp. Pelaukan Sukatani, Kab. Cikarang; Bidan Lilik, Perum Graha Melasti, Tambun, Bekasi; Bidan Klinik Tabina, Perum Sukaraya, Sukatani Cikarang, Kab. Bekasi; Bidan Iis, Perum Seroja, Bekasi; Klinik Dafa Dr. Baginda, Cikarang; Bidan Mega, Puri Cikarang Makmur, Sukaresmi; Bidan M.Elly Novita, Ciracas, Jakarta Timur; dan Klinik Dr. Ade Kurniawan, Rawa Belong, Slipi, Jakarta Barat. “Pengungkapan 14 fasyankes ( Fasilitas Pelayanan Kesehatan ) sudah disepakati oleh Bareskrim Mabes Polri,“ ujar Nila.

Reporter  :  Tubagus
Editor       : VR Nugraha