Keheningan Bali kembali dilecehkan lewat Media Sosial Facebook ‎

Rabu, 09 Maret 2016 16:29 Hukum & Kriminal

Bagikan

Keheningan Bali kembali dilecehkan lewat Media Sosial Facebook ‎
penistaan nyepi lewat media sosial kembali terulang.(ist/Semetonnews)

Denpasar‎, Semetonnews – Hampir setiap tahun ada ungkapan penistaan tentang perayaan Nyepi. Kali datangnya dari sebuah akun bernama Jhonny.

Ia mengungkap kekesalanya yang tidak bisa membuka usaha konter HP miliknya, harus tutup saat nyepi.‎ Statusnya yang negatif mengenai Bali, tengah memancing amarah sejumlah netizen Bali. Berikut dua status yang telah memancing emosi netizen Bali.

‎Tidak hanya di dunia maya, kemurkaan masyarakat pun berlanjut di dunia nyata. Bahkan sejumlah masyarakat Bali yang telah melakukan penelusuran, akhirnya mengetahui bahwa si pemilik akun ternyata terkait dengan sebuah usaha konter handphone bernama Jhonny Celular di Jalan Kubu Anyar Nomor 22, Kuta.

Gerakan masa pun muncul melakukan pengerusakan terhadap konter handphone tersebut. Namun beruntung, pihak kepolisian segera merapat dan menghentikan aksi itu.

Dalam sebuah video yang diiunggah oleh sebuah akun Facebook bernama Dana Baladika, Kapolsek Kuta Kompol Wayan Sumara tampak berjanji akan menindaklanjuti permasalahan tersebut. Bahkan sebuah police line pun telah dipasang dengan artian permasalahan itu sudah berada di bawah penanganan kepolisian.  Ini dia URL videonya:‎

https://web.facebook.com/dana.sb.wtc/videos/968689169852515/‎

Sementara itu sosok Jhonny, ternyata muncul melalui sebuah akun Facebook lain, atas nama Johnny JohnnyCell. Dimana melalui akun tersebut, pria yang kabarnya bernama asli Li Khong mengungkapkan permohonan maafnya kepada seluruh umat Hindu di Bali. Dirinya pun mengaku terkejut karena sama sekali tidak tahu pemilik dari akun bernama Jhonny itu.‎

Dirinya yang saat ini mengaku sedang berada di Jakarta pun merasa dirugikan. Sehingga melakukan pelaporan ke Polda Metro Jaya atas tuntutan pencemaran nama baik dengan menggunakan nama serta fotonya melalui media elektronik.

Penulis : Surya

Editor : Paksi Jalantaka ‎

 ‎