Kutuk Aksi Teroris di Prancis, 10 Keluarga WNI di Nice Selamat

Jumat, 15 Juli 2016 22:29 Peristiwa

Bagikan

Kutuk Aksi Teroris di Prancis, 10 Keluarga WNI di Nice Selamat
Seskab Pramono Anung saat menjelaskan kondisi WNI di Prancis. (Ist/SN)
Jakarta,Semetonnews-Aksi terorisme saat Bastille Day di Nice, Prancis, Jumat (15/7/2016) dini hari, yang mengakibatkan sekitar 80 korban tewas. Ini tentu mengundang reaksi Pemerintah Indonesia dan mengutuk aksi biadab itu. Sampai saat ini berdasar penelusuran Kemenlu RI tak ada Warga Negara Indonesia (WNI) yang turut menjadi korban.

"Pemerintah Indonesia mengecam keras terhadap hal tersebut dan mengutuk tindakan teror terhadap masyarakat yang dilakukan secara kejam," kata Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung kepada wartawan di ruang kerjanya  Lantai 2 Gedung III Kemensetneg, Jakarta, Jumat (15/7/2016).

Informasi dari Seskab, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga sudah mengumpulkan Menko Polhukam, Kapolri, Jaksa Agung, dan jajaran Kepolisian. "Ini terutama untuk kesiapan agar teror seperti ini tidak terjadi di negara kita yang sekarang ini dianggap stabilitas politiknya sangat baik," ujarnya.

Berdasar Informasi dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, segera setelah memperoleh informasi tersebut, Menlu RI memerintahkan Konjen RI di Marseille yang membawahi wilayah Prancis Selatan untuk memastikan kondisi WNI di wilayah sekitar. Saat ini terdapat sekitar 725 WNI di wilayah Prancis Selatan, di antaranya terdapat sekitar 10 keluarga WNI tinggal di Nice dan sekitarnya. Namun demikian, Nice merupakan salah satu tujuan wisata utama selama musim panas saat ini.

Bagi WNI di sekitar Nice dan keluarga WNI di Indonesia yang memerlukan informasi, menurut Kemlu, dapat disampaikan pada nomor Hotline KJRI Marseille +33618221283 dan Hotline Perlindungan WNI Kemlu 081290070027.

Reporter: VR Nugraha