Jhony Alias Li Kiong Layangkan laporan Resmi ke Polda Metro Jaya

Rabu, 09 Maret 2016 20:34 Hukum & Kriminal

Bagikan

Jhony Alias Li Kiong Layangkan laporan Resmi ke Polda Metro Jaya
Jhony Alias Li Kong saat Melayangkan laporan Resmi ke Polda Metro Jaya, Rabu (9/3/2016). (Ist/Semetonnews)
Denpasar, Semetonnews - Jhony alias Li Kiong melaporkan adanya pencatutan namanya di facebook oleh orang tak dikenal ke Polda metro Jaya, Jakarta pada 9 maret 2016 dengan nomor LP1124/III/2016/PMJ/Dit. Reskrimsus. Hal ini merupakan buntut dari  status Facebook yang mengandung ungkapan penghinaan terhadap ritual Nyepi. Status facebook ini selain panen cercaan di media social juga berbuntut perusakan Ruko milik Li Kiong di Jalan Kubu Anyar Nomor 22, Kuta pada Selasa (8/3/2016) malam.

Ruko ini digunakan sebagai konter HP dengan nama Jhony Selular. Jhony alias Li Kong mengaku tidak pernah menulis status berbau penghinaan terhadap ritual Nyepi melalui akun "Jhony". Akun yang berisi penghinaan tersebut menurutnya dibuat orang tidak dikenal dengan mencatut namanya.

Semetonnews, melalui sambungan telpon berusaha menggali keterangan kepada Johny pemilih Jhony Cell yang rukonya telah dirusak sejumlah warga. Menurut penuturan Jhony alias Li Kong dirinya sama sekali tidak pernah menulis status berbau penistaan agama di akun facebook manapun. Menurutnya sejak 7 Maret lalu dirinya bersama keluarga telah berada di Jakarta untuk liburan.

“Saya  sama sekali tidak punya akun bernama “Jhony” itu, yang benar milik saya adalah Johnny JohnnyCell. Untuk apa saya menghina, sama dengan bunuh diri,” kata Johny alias Li Khong tersebut. Menurutnya ada pihak lain yang sengaja menggunakan nama jhony lalu menuliskan status berbau penghinaan tersebut.

Jhony alias Li Kiong mengetahui adanya peristiwa perusakan ruko tersebut dari kerabat di Bali yang menelpon. Selain mengabarkan perusakan ruko, kerabat tersebut juga menanyakan apakah Johny telah mengulouad status “aneh” di Facebooknya. Johny sendiri mengaku shock atas peristiwa tersebut sampai tidak bisa makan. Saat ini pihaknya mash bingung mengambil langkah selanjutnya.
“Semetara tunggu dulu perkembangan, kami belum tahu harus berbuat apa,” katanya.

Penulis  :Robinson Gamar