ORI Bali Temukan Pelanggaran di SMAN 1 dan SMAN 3 Denpasar

Selasa, 19 Juli 2016 15:55 Pendidikan

Bagikan

ORI Bali Temukan Pelanggaran di SMAN 1 dan SMAN 3 Denpasar
(Ilustrasi Net/SN)
Denpasar, Semetonnews-Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dan MOS (Masa Orientasi Siswa) di Kota Denpasar belum bebas dari pelanggaran. Hal itu disampaikan oleh Asisten Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Bali, Dhuha F. Mubarok saat ditemui di ruang kerjanya pada Selasa (19/7/2016).

Namun, di bandingkan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini pelanggaran yang terjadi sangat minim, hanya ada dua sekolah di Denpasar yang terindikasi melanggar. “Pelanggaran PPDB terjadi di SMAN 1 Denpasar, dimana terdapat pelanggaran kuota murid dan pelanggaran MOS yang terjadi di SMAN 3 Denpasar,” ujar Mubarok yang juga Koordinator Monitoring UN dan PPDB ORI Bali.

Di SMAN 1 Denpasar menurut laporan wali murid yang diterima ORI Bali terdapat murid yang tak diterima menjadi siswa padahal memiliki prestasi olahraga. “Kami telah melakukan investigasi, dan memang terjadi pelanggaran Juknis dimana SMAN 1 Denpasar menggunakan nilai UN murni padahal ada jalur lain dalam PPDB yakni jalur prestasi,” ujarnya.
Sementara itu, di SMAN 3 Denpasar terdapat pelanggaran dalam pelaksanaan MOS, dimana tempat pelaksaan MOS tidak di lingkungan sekolah, tetapi di luar sekolah.

"SMA 3 Denpasar melaksanakan MOS di sebuah lapangan Futsal dan peserta didik baru dikenai biaya 150 ribu per orang sebagai pengganti biaya instrumen MOS. Ini jelas melanggar,” pungkasnya.

Reporter: Angga Wijaya
Editor: VR Nugraha