Pokemon Go Dapat Menyebabkan Gangguan Kesehatan Mental

Selasa, 19 Juli 2016 20:20 Pendidikan

Bagikan

Pokemon Go Dapat Menyebabkan Gangguan Kesehatan Mental
Ilustrasi google -semetonnews
Denpasar, Semetonnews-Aplikasi game augamented reality Pokemon Go yang kini tengah dinikmati masyarakat, ternyata banyak pengaruh negatifnya terhadap kesehatan metal. Hal ini seperti yang dijelaskan oleh Psikolog Retno IG Kusuma. Dia menjelaskan, tanpa disadari masyarakat Indonesia saat ini mengalami gangguan adiksi terhadap internet akibat dibanjiri oleh berbagai aplikasii online.

Salah satunya permainan Pokemon Go yang terus menjadi bahan perbincangan belakangan ini."Menurut saya, ini tentu sangat memperihatinkan. Sebab, masyarkat terlebih khusus anak-anak sekarang mengalami kenjaduan terhadap permainan online. Dimana, mereka lebih suka menangkap sesuatu yang tidak nyata (Pokemon -red) dibandingkan menangkap bola yang sesungguhnya. Ini bentuk dari gangguan Internet addiction disorder (IAD)." ujarnya, Selesa (19/7/2016) di RSUP Sanglah.

Retno menjelaskan, Orang yang mengalami Internet Addiction Disorder akan tahan berada di depan komputer atau smarphone selama berjam-jam dan tak pernah melakukan aktifitas fisik. Selain itu, kata dia, kecanduan internet juga akan menyebabkan seseorang terperangkap atau terkurung dalam aktivitasnya di depan layar komputer atau smartphone tanpa interaksi sosial yang nyata.

"Akibat dari kecanduan terhadap internet ini membuat anak-anak sekarang sudah tercerabut dari real life atau kehidupan nyata,"jelasnya. Retno juga membantah, jika permainan Pokemon Go tersebut dapat membantu kita untuk lebih aktif secara fisik."Saya pikir itu tidak benar. Malah itu bergerak yang tidak menyehatkan karena bergerak yang tidak tentu arah. Berbeda dengan olahraga yang membutuhkan keseimbangan otak kiri dan kanan serta semua otot bergerak," Katanya.

Oleh karena itu, menghimbau kepada anak-anak dan masyarakat pada umumnya agar lebih baik membatasi kencanduan terhadap internet atau smartpohne dengan cara mengisi waktu dengan kesibukan yang lebih bermanfaat seperti berinteraksi dengan lingkungan sekitar atau mengisi waktu dengan membaca. 

Reporter : Yohanes Rafael