Forum Diskusi Peduli Bali Bedah Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana

Minggu, 24 Juli 2016 11:16 Politik

Bagikan

Forum Diskusi Peduli Bali Bedah Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana
Suasana diskusi bedah program Pola Pembangunan Nasional Semesta berencana, Sabtu (23/7/2016). (Robi/Semetonnews)
Denpasar, Semetonnews - Forum Diskusi Peduli bali menggelar Diskusi bertema "Pola pembangunan Nasional Semesta Berencana, Perencanaa Idiologis atau Kegenitan Historis", pada Sabtu Sabtu (23/6/2016) di Rumah Makan kubu kopi, Jln. Hayam wuruk, Denpasar. Hadir sebagai narasumber ketua Bapillu DPD PDIP Bali dan ketua DPW PRD Bali Imam Munawir, dipandu oleh moderator I Nyoman Mardika. Hadir pula dalam diskusi ini anggota DPR RI Fraksi PDIP Arif Wibowo, Ketua Gerindra Badung IGK Puriartha, aktifis pro demokrasi Ngurah karyadi serta sejumlah kalangan lainnya.

dalam pemaparannya Alit Kelakan menagatakan Pola pembangunan nasional semesta berencana (PPNSB) lahir karena ada situasi yang hampir sama antara kondisi tahun 1959 dengan saat ini. Pada tahun 1959 memlalui manivesto politiknya menyerukan perlawanan praktek politik leberalisme kapitalistik. Saat inipun masih terlihat pola penyusunan anggaran di masa orede baru. Yakni tidak ada keberpihakan. 'Melalui PPNSB ini kita dorong keberpihakan dalam penyusunan anggaran dan berbasis pada partisipasi publik," kata Alit kelakan.

Secara sederhana dirumuskan tidak hanya membangun badannya tapi juga jiwanya. turunannya adalah gotong royong. Ada lima prioritas yakni bidang pangan sandang papan, bidang kesehatan dan pendidikan, bidang pariwita, bidang ketenaga kerjaan serta bidang pertanian. Saat ini memang belum ada payung hukum resmi mengenai PPNSB. namun PPNSB akan menjadi perjuangan partai melalui fraksi-fraksi dan kepala daerah yang dimiliki PDIP.

Program-program PPNSB akan didorong untuk menjadi program masing-masing SKPD sesuai bidang prioritas. "Dulu dinas semangatnya menghabiskan anggaran, sekarang tidak bisa lagi seperti itu, basisnya harus program," kata Alit.

Sementara itu ketua PRD Bali Imam Munawir memberi catatan kritis atas kemunculan ide PPNSB. Lahirnya konsep ini menurutnya tidak lepas dari semangat anti imperialisme pada masa kepemimpinan Soekarno. ah, apakah ada semangat yang sama ketika konsep PPNSB ini kembali ditelurkan pada saat ini. 

"Saya melihat PPNSB lahir tanpa ada penjelasan atau pemetaan kondisi apa saat ini yang melatarbekalanginya. Apakah melawan kolonialisme-imperialisme atau bagaimana? Saya belum melihat penjelasan soal itu dalam konsep ini," kata Nawir.

Reporter : Robinson Gamar