Ivan Akui Pernah Tinggal Dirumah Orang Tua Debby

Rabu, 27 Juli 2016 20:09 Hukum & Kriminal

Bagikan

Ivan Akui Pernah Tinggal Dirumah Orang Tua Debby
Ketiga terdakwa, Ivan Saputra Kwanarta, Edwin Hartono Kwanarta dan Ni Ketut Irawati, Rabu (27/7/2016) kembali didudukan di kursi pesakitan PN Denpasar (Dok/SN)
Denpasar,Semetonnews-Tiga orang terdakwa yang terjerat kasus dugaan memberikan keterangaan palsu, Ivan Saputra Kwanarta, Edwin Hartono Kwanarta dan Ni Ketut Irawati, Rabu (27/7/2016) kembali didudukan di kursi pesakitan PN Denpasar. Sidang sudah masuk pada agenda pemeriksaan terdakwa.

Dari ketiga terdakwa, terdakwa Ivan yang juga disebut terdakwa I paling banyak ditanya, baik oleh majelis hakim pimpinan Ni Made Purnami maupun oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Assri Susantina. Ivan menerangkan, Debby Natalia Susanto tidak pernah hadir dalam sidang gugatan perceraian.

Hal ini pun diakui oleh pelapor saat memberi ketarangan beberapa waktu lalu. Waktu itu Debby mengatakan memang tidak pernah hadir dipersidangan karena tidak pernah menerima surat pemberitahuan apalagi surat panggilan. Sidang mulai menarik saat terdakwa Ivan ditanya soal rumah orang tuan Debby di Sidoarjo.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Assri Susantina bertanya apakah Ivan pernah tinggal dirumah orang tua Debby. Atas pertanyaan itu Ivan langsung mengiyakan."Tapi sebelum kami (Ivan dan Debby) tingga di rumah orang tua Debby, kami sempat mengontrak rumah,"jawab terdakwa Ivan.

Sementar kedua orang tua Ivan, Edwin Hartono Kwanarta dan Ni Ketut Irawati  yang juga menjadi terdakwa, juga diperiksa. Hakim Sutrisno mengingatkan kedua orang tua ini tentang keteranganya saat menjadi saksi dalm sidang percaraian Ivan dengan Dbby. Kedua orang tua Ivan ini mengatakan bahwa Debby orangnya tempramental.

Tak hanya itu, kedua terdakwa ini juga menyebut Debby pernah mengancam Ivan dengan menggunakan pisau."Yang saya tanyakan, apakah saudara berdua melihat langsung saat Debby mengacam Ivan dengan pisau?,"tanya Hakim Sutrisno yang dijawab kedua terdakwa tidak melihat langsung, tapi diberitahu oleh terdakwa Ivan.

Reporter : Maria Gracia