Indonesia-Malaysia, Masing-masing Bisa Dirikan Tiga Bank

Rabu, 03 Agustus 2016 08:34 Ekonomi Bisnis

Bagikan

Indonesia-Malaysia, Masing-masing Bisa Dirikan Tiga Bank
Muliaman D. Hadad menandatangani perjanjian bilateral dengan Datuk Muhammad bin Ibrahim, disaksikan Presiden Jokowi dan PM Malaysia Najib Razak di Istana Merdeka Jakarta. (Net/SN)
Jakarta, Semetonnews - Ooritas Jasa Keuangan menjalin (OJK) kerja sama bilateral dengan Bank Negara Malaysia sebagai bagian penerapan Asean Banking Integration Framework (ABIF).

Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad menandatangani perjanjian bilateral tersebut dengan Gubernur Bank Negara Malaysia (BNM) Datuk Muhammad bin Ibrahim, disaksikan Presiden Jokowi dan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak pada Pertemuan Konsultasi Tahunan Indonesia dan Malaysia ke-XI di Istana Merdeka Jakarta, Senin (1/8/2016).

Perjanjian tersebut bertujuan untuk mengurangi ketimpangan dalam akses pasar dan kegiatan perbankan kedua negara melalui kehadiran bank-bank yang memenuhi persyaratan tertentu (Qualified ASEAN Bank/QAB) di yurisdiksi masing-masing, berdasarkan prinsip timbal balik yang seimbang.

Cakupan akses pasar dan kegiatan perbankan yang diatur dalam perjanjian ini terkait dengan proses perizinan QAB, antara lain: Malaysia akan mengizinkan pembentukan tiga kelompok institusi perbankan Indonesia di Malaysia, Indonesia akan mengizinkan pembentukan tiga kelompok institusi perbankan Malaysia di Indonesia, termasuk di dalamnya kelompok institusi perbankan Malaysia yang telah ada di Indonesia.

Perjanjian meliputi ketentuan pendirian kantor cabang dan ATM, akses QAB kepada sistem pembayaran elektronik, jenis kegiatan usaha bank, permodalan dan penjaminan dana nasabah. "Penandatanganan perjanjian bilateral ini merupakan kesepakatan strategis terutama untuk meningkatkan peran perbankan lokal di ASEAN sebagaimana spirit yang diusung pada ABIF," papar Muliaman.

Reporter: VR Nugraha