Demam Berdarah, Renggut Nyawa Balita di Ubud

Kamis, 04 Agustus 2016 00:24 Kesehatan

Bagikan

Demam Berdarah, Renggut Nyawa Balita di Ubud
Cuaca yang tidak menentu membuat kasus DBD masih saja terjadi di bulan Agustus. (Ist/SN)
Gianyar, Semetonnews - Demam Berdarah Dangue (DBD) terus makan korban. Kali ini di Gianyar, balita berusia dua tahun yakni Ni Putu Cintya menghembuskan nafas terakhir akibat gigitan nyamuk totol alias belang-belang itu.

Cintya yang berasal dari Banjar Betan Ancak, Desa Mas, Ubud. Korban meninggal di RSUP Sanglah, Rabu (3/8/2016). Awalnya balita malang ini menderita panas tinggi sejak hari Senin (1/8/2016). Kedua orang tuanya memeriksakan korban ke RS Arisanti Mas Ubud. Dari diagnosa dokter, balita ini sudah dipastikan terkena DBD.

Namun, hari kedua kondisi anak dua tahun ini semakin kritis, hingga akhirnya dirujuk ke RSUP Sanglah. Sempat menjalani perawatan intensif di RSUP Sanglah, namun naas nyawa anak ini tidak tertolong, hingga akhirnya dinyatakan meninggal pada Rabu dini hari sekitar pukul 03.00 WITA.

"Kami sudah mendapat laporan ada anak yang meninggal karena DBD," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar dr. Ida Ayu Cahyani. Meski sudah menerima laporan, pihaknya belum berani memastikan bahwa anak tersebut meninggal karena DB. Kamis (4/8/2016) hari ini pihaknya akan investigasi ke rumah sakit tempat korban dirawat.

"Wajib melakukan investigasi bersama tim, untuk memastikan kronologisnya," terangnya singkat. Data di Dinas Kesehatan Gianyar, ditahuam 2016 ini sudah tercatat  delapan orang meninggal dunia karena terserang DBD. Balita asal Ubud ini adalah korban kesembilan.  

Reporter: Nyoman Nanda Devada
Editor: VR Nugraha