Miris, Generasi Muda Mulai Tinggalkan Budaya Daerah

Sabtu, 06 Agustus 2016 20:56 Budaya & Pendidikan

Bagikan

Miris, Generasi Muda Mulai Tinggalkan Budaya Daerah
Untuk memberi contoh dalam pelestarian budaya daerah, Rai Mantra-Jayanegara menunjukkan cara mebat. (Dok/SN)
Denpasar, Semetonnews - Generasi muda di era digital seperti sekarang tak suka pada hal yang berbau budaya. Mereka menganggap budaya sebagai hal yang kuno dan ketinggalan zaman. 
Hal itu disampaikan Walikota Denpasar IB Dharmawijaya Mantra atau yang akrab disapa Rai Mantra dalam konferensi pers ‘Strategic Meeting Organisation Of World Heritage Cities Asia Pacific’ di Kantor Walikota Denpasar, Sabtu (6/8/2016)

“Ini merupakan isu global. Tak hanya di Bali dan Indonesia, di negara lain juga demikian, anak muda tak suka pada budaya, mereka lebih akrab dengan gadget dibandingkan pada hal yang berbau budaya,” kata Rai Mantra. Karena hal itulah, tema Strategic Meeting Organisation Of World Heritage Cities Asia Pacific’ kali ini adalah The Establishment Of Youth in Asia Pacific atau penguatan jaringan pemuda di Asia Pasifik.

“Dalam pertemuan yang dihadiri 41 negara ini diharapkan para pemuda bisa berbagi pengalaman tentang budaya dan cagar budaya serta cara melestarikannya,” ujarnya. Budaya sejatinya bukan hanya dalam bentuk fisik seperti cagar budaya saja namun juga melingkupi hal lebih luas, seperti sistem religi, tradisi, dan cara hidup masyarakat.

“Selain budaya dalam pertemuan ini dibahas pula tentang pendidikan dan tata cara perencanaan kota dalam melestarikan cagar budaya yang diharapkan mampu meningkatkan kepekaan anak muda terhadap budaya” pungkasnya.

Reporter: Angga Wijaya
Editor: VR Nugraha