Mau Coba Mabuk di Aceh=Berani Dicambuk

Sabtu, 13 Agustus 2016 00:11 Nasional

Bagikan

Mau Coba Mabuk di Aceh=Berani Dicambuk
Hukum cambuk bagi tujuh warga yang melanggar Syariat Islam di Kutacane. (Ist/SN)
Aceh, Semetonnews - Tujuh orang yang didakwa bersalah melanggar Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Hukum Jinayat di eksekusi cambuk di Desa Pulonas pelataran Parkir Stadion Syahadat, Babussalam, Aceh Tenggara, Jumat (12/08/2016) pukul 14.30 WIB.

Dalam eksekusi yang dihadiri Kapolres Aceh Tenggara AKBP Edi Bastari, Wakapolres Kompol Imam Asfali, Asisten I Sekda Kabupaten Aceh Tenggara, Kepala Dinas Syariat Islam Kutacane, Perwakilan MPU Aceh Tenggara, Ketua Mahkamah Islam Kutacane dan perwakilan dari Kejaksaan Negeri Kutacane serta masyarakat yang ikut menyaksikan pelaksanaan ‘Uqubat cambuk yang melanggar qanun Aceh nomor 6 tahun 2014 tentang hukum jinayat.

Kapolres Aceh Tenggara AKBP Bastari mengatakan bahwa pihaknya akan terus memberantas empat penyakit masyarakat di Kabupaten Aceh Tenggara. Yaitu Narkoba, khalwat (mesum), maisir (judi), dan khamar (miras). Hal ini dilakukan agar masyarakat Kabupaten Aceh Tenggara menjadi aman dan nyaman tidak ada lagi segala tindak kejahatan ringan maupun berat yang disebabkan oleh empat poin di atas.

Dalam pelaksanaan human ‘Uqubat cambuk terhukum, ke-7 orang itu berinisial A alias A warga Desa Pulo Latong Kecamatan Babussalam Kabupaten Aceh Tenggara, DS alias D warga Desa Kute Kutacane Kecamatan Babussalam, S alias A warga Desa Pulo Latong Kecamatan Babussalam, A alias A warga Desa Perapat Timur Kecamatan Lawe Bulan, AR alias M warga Desa Perapat Timur Kecamatan Lawe Bulan, AS alias U warga Desa Perapat Timur Kecamatan Lawe Bulan, SS alias P warga Desa Perapat Hilir Kecamatan Babussalam.

Dalam eksekusi terhukum ‘Uqubat cambuk terhukum 3 orang atas nama A, D, dan S, dihukum cambuk sebanyak 8 kali karena terhukum telah menjalani masa penahanan selama 30 hari, maka dikurangi satu kali cambuk. Sedangkan 4 orang atas nama A, AR, AS, dan SS dihukum cambuk sebanyak 7 kali karena terhukum telah menjalani masa penahanan selama 33 hari, maka dikurangi satu kali cambuk.

Reporter: VR Nugraha