Desa Adat Netral, Pemuda Lantang Teriak Tolak Reklamasi

Minggu, 14 Agustus 2016 15:34 Nasional

Bagikan

Desa Adat Netral,  Pemuda Lantang Teriak Tolak Reklamasi
Aksi penolakan terhadap reklamasi Teluk Benoa yang dilakukan warga desa Adat Tegal, Darmasaba. (Angga Wijaya/SN)
Mangupura, Semetonnews - Warga desa adat yang menolak rencana reklamasi Teluk Benoa tak hanya di pesisir saja, desa yang berada jauh dari wilayah Teluk Benoa juga menolaknya. Seperti yang dilakukan kelompok pemuda Desa Adat Tegal, Darmasaba, Badung.

Mereka mengadakan aksi menolak reklamasi pada Minggu (14/08/2016). Aksi yang dipusatkan di Catus Pata Desa Adat Tegal ini merupakan aksi gabungan dari Pemuda Peduli Lingkungan Desa Adat Tegal Darmasaba Dan Keluarga Suka-Duka Brahmastra yang didukung sekaa teruna-teruni dari enam banjar yakni Banjar Umahanyar, Banjar Bucu, Banjar Telanga, Banjar Menesa, Banjar Darmasaba, dan Banjar Gulingan. 

Koordinator Aksi Nyoman Sukendra mengatakan aksi ini bertujuan untuk menolak reklamasi Teluk Benoa dan menuntut dicabutnya Perpres No. 51 Tahun 2014. “Kami menolak reklamasi karena dari segi hukum sudah menyalahi aturan dimana SK yang dikeluarkan Gubernur melangkahi Perpres Tahun 2011 tentang wilayah Teluk Benoa yang merupakan daerah konservasi.  Kedua, reklamasi akan merusak alam, pantai yang berada di wilayah lain akan tergerus akibat reklamasi,” ujarnya. 

Tambah dia, aksi ini tidak mengatasnamakan desa adat karena setelah mengadakan dua kali paruman desa Adat Tegal menyatakan tidak ingin terlibat dalam aksi ini. Ratusan massa aksi yang berkumpul sejak pukul 14.00 WITA di Jaba Pura Dalem Desa Adat Tegal, Darmasaba ini bergerak ke arah utara menuju Catus Pata Desa Adat Tegal dan mendengarkan orasi dari perwakilan pemuda dan komunitas yang menggagas aksi ini.

"Peserta aksi tak hanya berasal dari Darmasaba, namun juga dari Sanur, Klungkung dan Gianyar. Bertambahnya warga desa adat yang menolak reklamasi menunjukkan suara warga Bali yang kian deras menolak rencana reklamasi Teluk Benoa," tambah Sukendra.

Reporter: Angga Wijaya
Editor: VR Nugraha