Rakyat Bali Malah Tak Tahu Apa Itu Pospera

Selasa, 16 Agustus 2016 17:06 Politik

Bagikan

Rakyat Bali Malah Tak Tahu Apa Itu Pospera
Gelora perlawanan terhadap rencana reklamasi teluk Benoa dari berbagai elemen masyarakat. (Ist/Semetonnews)
Denpasar, Semetonnews – Jagat dunia maya Bali dihebohkan dengan dipolisikannya kordinator forum rakyat Bali tolak reklamasi (ForBali) I Wayan gendo Suardana. Adalah organisasi Pos perjuangan Rakyat (Pospera) yang melayangkan laporan dengan tuduhan pelecehan terhadap organisasi tersebut dan pelecehan terhadap Pembina Pospera Adian Napitupulu.

Ribut-ribut soal laporan ini kemudian membangkitkan perlawanan ForBali yang terdiri dari berbagai elemen di Bali. Baik dari desa adat, organisasi pemuda dan elemen masyarakat lainnya. Mereka beranggapan bahwa laporan ini sebagai upaya kriminalisasi terhadap Gendo yang pada akhirnya memecah konsentrasi gerakan tolak reklamasi.

Namun, lepas dari hal tersebut ternyata masih banyak orang yang justru tidak tahu menahu akan keberadaan organisasi Pospera di Bali. seperti ada dan tiada, tahu-tahunya muncul dan melaporkan Gendo ke Polisi,“Jujur saya malah tidak tahu apa itu Pospera, apakah di bali ada atau tidak juga saya tidak tahu. Saya tahunya kalau soal tolak reklamasi ya ForBali,” kata Wayan Jering, Klian Banjar Peken, Desa Pekraman Sumerta, Denpasar pada Selasa (16/8/2016). 

Tidahk hanya mengaku tidak tahu keberadaan Pospera di Bali, sebelumnya bendesa adat Kuta Wayan Swarsa meminta agar upaya pengkriminalisasian atas Gendo segera dihentikan. Kriminalisasi terhadap Gendo menurutnya merupakan cara untuk memuluskan proyek Reklamasi Teluk Benoa.  

Swarsa menyebut, jika memang ujungnya laporan itu pada pengkriminalisasian Gendo selaku Ketua ForBALI, maka ini tidak akan bisa didiamkan. Sebab, persoalannya secara runtutan memang terkait postingan Gendo yang merespon soal Ijin Lokasi Reklamasi Teluk Benoa. 

"Ini sudah menyangkut adat dan kami tidak ingin jika ini ujungnya adalah pengkriminalisasian terhadap saudara kami Wayan Gendo. Jika ujungnya seperti itu, ini bisa menyebabkan gejolak di Puluhan Ribu warga adat yang memang sudah menolak reklamasi Teluk Benoa," ujarnya Swarsa.

Reporter  : Robinson Gamar