Penasehat Hukum Gendo Ancam Akan Laporkan Balik

Selasa, 16 Agustus 2016 17:57 Politik

Bagikan

Penasehat Hukum Gendo Ancam Akan Laporkan Balik
Wayan Gendo Suardana bersama penasehat hukumnya. (Robi/Semetonnews)
Denpasar, Semetonnews – Made Suardana selaku penasehat hukum Wayan Gendo Suardana menegaskan tidak akan tinggal diam atas upaya kriminalisasi yang dlakukan Pospera terhadap Gendo. Selain melakukan perlawanan secara serius melalui jalur hukum, pihaknya kini sedang mengkaji akan melaporkan balik sejumlah pihak yang justru terang-terangan melakukan pencemaran nama baik Gendo melalui akun media sosial.

“kami sedang melakukan kajian, kami temukan sejumlah akum media social yang terang melecehkan gendo dengan sebutan tidak pantas. Nama Gendo jelas-jelas disebut dan pemilik akun medsosnya juga jelass siapa orangnya,” kata Suardana saat menggelar jumpa pers pada Selasa (16/8/2016). Saat ini tidak kurang dari 30 pengacara telah bergabung untuk memberikan pendampingan hukum pada Gendo.

Dijelaskan Made Suardana, setelah pihaknya mencermati laporan atas Gendo memang dilakukan untuk menciptakan kegaduhan yang dilakukan orang-orang yang bersebrangan dengan gerakan tolak reklamasi. “Setelah kami cermati maka kegaduhan ini memang sengaja diciptakan orang-orang yang selama ini getol melakukan perlawanan terhadap gerakan tolak reklamasi,” tegas Made Suardana.

Dalam kesempatan ini pria yang akrab disapa kentul ini meluruskan maksud dari cuitan Gendo di akun Twiiternya. Pada 19 Juli 2016 Gendo menulis cuitan berbunyi “Ah muncul lagi akun2 bot asuhan pembina pos pemeras rakyat si napitufulus sok bela2 susi. tunjukin muka jelek mu nyet,".

Dikatakan Made Suardana  cuitan ini tidak ditujukan pada siapapun atau organisasi manapun. Apalagi dikait-kaitkan dengan masalah SARA. Cuitan ini dilayangkan semata-mata untuk merespon perkembangan terbaru berkaitan dengan gerakan tolak reklamasi.

“Gendo sama sekali tidak bermaksud untuk melecehkan orang tertentu apalagi menghina Suku Batak, semata-mata dilakukan sebagai upaya menolak reklamasi tapi ditafsirkan lain menjadi persoalan SARA,” kata Made Suardana.

Secara rinci dijelaskan Pos Pemeras Rakyat dalam cuitan ini ditujukan kepada lembaga,instansi maupun organisasi yang kerjanya cuma memeras rakyat. Artinya sangat luas, jadi tidak berarti organisasi Pospera. Demikian pula dengan kata “Pembina” ditujukan kepada siapapun yang menyokong, memimpin atau mengendalikan upaya-upaya pemerasan rakyat. “Seperti di Sinetron, kalau ada kesamaan nama tokoh dan tempat adalah kebetulan semata. Jadi tidak perlu tersinggung kalau memang bukan pemeras rakyat,” tegasnya.

Semetara kata Si Napitufullus sama sekali tidak diarahkan pada marga dari etnis tertentu. Secara terperinci dapat dimaknai SI berarti menujuk orang, Napi berarti penjahat atau narapidana, Tu dibaca to dalam bahasa Inggris berarti untuk, Fulus artinya uang. Secara utuh dapat dimaknai penjahat atau orang kerjanya hanya mencari uang dengan segala cara. “Nafitufulus tidak berkaitan dengan warga Batak tapi berkaitan dengan penjahat yang menerima dana 1 Triliun,” tegasnya.

Reporter  : Robinson Gamar