Cita-cita Wayan Cuma Satu, Bisa Duet dengan Artis Pop Bali Widi Widiana

Jumat, 19 Agustus 2016 16:58 Kesehatan

Bagikan

Cita-cita Wayan Cuma Satu, Bisa Duet dengan Artis Pop Bali Widi Widiana
Kondisi Wayan Sumartana saat masih terpasung. (Angga Wijaya/SN)
Denpasar, Semetonnews - Kesembuhan Wayan Sumartana (34) tak lepas dari perjuangan kedua orang tuanya dan para relawan. Termasuk dr. I Gusti Rai Putra Wiguna SpKJ, dokter spesialis kedokteran jiwa yang turut merawat Wayan.

Dia menuturkan bahwa atas peran aktif Puskesmas Denpasar Barat I yang mengetahui pertama kali keberadaan Wayan maka dimulailah pendekatan tim kesehatan jiwa terpadu Kota Denpasar menangani Wayan sejak awal tahun ini. 

Karena keluarga menolak untuk dirujuk ke RS maka kami berusaha merawatnya di rumah  atau homecare. Psikiater yang berdinas di RSUD Wangaya kota Denpasar ini menuturkan karena kronisnya gangguan skizofrenia yang dialami wayan awalnya perbaikannnya agak lambat.

“Baru setelah 10 minggu tampak perubahan. Namun mengobati Wayan juga diimbangi dengan edukasi keluarganya. Gangguan skizofrenia adalah gangguan zat kimia di otak yang sebenarnya dengan pengobatan yang tekun bisa kembali pulih dan aktif. Sampai akhirnya setelah 4 bulan perawatan keluarga merasa aman dan nyaman untuk melepas rantai yang mengikat kedua tangan Wayan,” pungkasnya. Tambah dia, namun setelah bebas dari pasungan masih ada tantangan lain karena lamanya jongkok saat terpasung maka kaki Wayan menjadi bengkok dan mengecil sehingga ia tak mampu berdiri ataupun berjalan. 

Psikiater yang juga inisiator terbentuknya Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI) simpul Bali ini mengatakan bersyukur mendapat bantuan kursi roda dari Ibu Walikota Denpasar Selly Mantra untuk Wayan. Sehingga lebih mudah bagi Puskesmas Denpasar Barat I yang ada di Monang-Maning  untuk membawa Wayan melakukan fisioterapi di RSUD Wangaya. Dan tiap minggu mulai ikut berkegiatan di Ketemu Space Project di Batubulan, Gianyar yang mengadakan rehabilitasi sosial dengan cara berkesenian. Akhirnya kini Wayan bisa mulai berjalan tanpa kursi roda.

Nyoman Genji ayah Wayan menuturkan betapa senangnya ia melihat perkembangan anaknya. "Seakan anak saya yang hilang kini datang lagi. Tentu sebagai orang tua kami punya harapan lebih besar supaya Wayan bisa lebih banyak melakukan kegiatan," ungkapnya.
Wayan yang mulai lancar bicara juga mengutarakan keinginannya untuk bisa menyanyi seperti Widi Widiana pujaannya dan mengembalikan kursi roda bantuannya kepada Walikota karena kini sudah bisa jalan. dr. Rai juga menambahkan, PR selanjutnya adalah pemberdayaan ODS (Orang Dengan Skizofrenia).

Andaikan pemerintah bisa meminjamkan bangunan pemerintah yang tak terpakai di Denpasar tentu bisa kita pakai pemberdayaan setiap hari bukan setiap minggu.  “Saat ini team Keswa Denpasar menangani 100 lebih dari total 900 penderita gangguan jiwa berat dengan cara homecare ke rumah. Perlu sistem yang baik sehingga Wayan-wayan yang lain bisa juga turut merdeka,” sebut dia. (Tamat)

Reporter: Angga Wijaya
Editor: VR Nugraha